Awal kejadian sepulang sekolah korban bernama Sandi (10) berangkat untuk berenang bersama teman-temannya. Sandi anak pelajar kelas 3 SD yang beralamat di Blok Citayeum Kidul Desa Cibodas Kecamatan dan Kabupaten Majalengka, saat itu tiba-tiba tenggelam dan tidak muncul lagi. Senin (11/03/2019).

Akhirnya teman-teman korban berlari meminta tolong kepada saksi dan saat itu saksi langsung terjun ke sungai utk mencari korban. Tidak berselang lama korban berhasil ditemukan di dasar sungai sedalam 2 meter dan dievakuasi ke atas. Selanjutnya korban di bawa ke RSUD Majalengka utk memastikan apakah korban sdh meninggal dunia atau masih hidup.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, S.I.K., M.S.i., melalui Kapolsek Majalengka Kota AKP Kustadi, SH., mengungkapkan bahwa Pertama kejadian anak tenggelam diketahui oleh 2 orang saksi, Y (31) dengan pekerjaan berdagang dan ID (36) pekerjaan buruh.

” Pada saat itu pula akhirnya teman-teman korban berlari meminta tolong kepada “Y” dan “ID”, pada saat itu pula saksi langsung terjun ke sungai utk mencari Sandi. Tidak berselang lama Sandi berhasil ditemukan di dasar sungai sedalam 2 meter yang langsung dievakuasi ke atas. Selanjutnya korban di bawa ke RSUD Majalengka utk memastikan apakah korban sdh meninggal dunia atau masih hidup.” Ucap Kapolsek AKP Kustadi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli medis dari dr. Diki selaku petugas piket IGD RSUD Majalengka diperoleh hasil bahwa korban dtg ke rumh sakit sdh dlm keadaan meninggal dunia

“Hasil lainnya dari pemeriksaan bahwa ditubuh korban tdk ditemukan bekas luka baik akibat benturan benda tumpul atau senjata tajam.” Tukas dr. Diki.

Kapolres AKBP Mariyono mengatakan dengan melalui pihak Inavis Polres Majalengka dan beberapa saksi yang Berdasarkan hasil olah tkp dari Polsek Majalengka, bhwa korban meninggal dunia diperkirakan tidak ada unsur pidana, kematian korban diperkirakan akibat sesak napas karena tenggelam didasar sungai.

Hasil dari keterangan pihak Dokter pemeriksa RSUD Majalengka dan dari Kepolisian, maka dengan itu pihak kluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan pihak keluarga menolak utk dilakukan otopsi. Yang selanjutnya korban diserahkan kpd pihak kluarga utk dimakamkan

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *