Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan penangkapan keenam pelaku pencurian itu bermula dari adanya laporan pencurian sarang burung walet seberat 10 Kg pada 23 Agustus 2020 dengan kerugian sekitar Rp 100 juta.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, pada Senin 21 September 2020 sekira jam 12.30 WIB Sat Reskrim Polres Subang berhasil mengamankan salah satu tersangka berinisial SA di wilayah Subang yang diketahui turut membantu saat terjadinya pencurian serta menerima uang hasil penjualan sarang burung walet.

” Dari keterangan tersangka SA, diketahui jika para pelaku utama pencurian tersebut dipimpin oleh kelompok pencuri sarang walet TY bersama 4 (empat) orang pelaku lainnya, KL, LK, LI dan OP. Dari keterangan tersebut tim kemudian kembali melakukan pengembangan dan melakukan pencarian terhadap para pelaku,” kata Kapolres di Lobby Polres Subang, Selasa (27/10/2020).

Lima haru kemudian, lanjut Kapolres, Sabtu 26 September 2020 sekira jam 16.30 WIB tim Sat Reskrim Polres Subang berhasi mengamankan TY di wilayah Jakarta. Dari pengakuannya TY mengakui bahwa benar dirinya adalah kelompok yang melakukan pencurian sarang burung walet bersama kelompoknya yang terdiri dari KL, LK, LI, SS dan OP.  Setelah dilakukan serangkaian penyidikan, diketahui jika ada 4 orang pelaku lainnya yang turut membantu saat pencurian terjadi yaitu WS, TS, EN dan WN.

Untuk saat ini Sat Reskrim Polres Subang sudah berhasil mengamankan enam pelaku yakni SA (31), TY (57), WS (50), TS (43), WN (63), dan EN (39). Sementara pelaku lainnya, KL, LK, LI, OP, dan SS, masih dalam pencarian.

Dari hasi penangkapan para pelaku pencurian dan bukti-bukti di lapangan, terungkap bahwa dalam aksinya para tersangka berbagi peran.

Mulanya, salah satu tersangka berinisial SA mengantarkan tersangka TY, KL, LK, LI dan OP menuju ke Gedung Walet menggunakan sepeda motor agar tidak dicurigai warga setempat.

Sementara WS, TS dan WN mengawasi situasi sekitar lokasi. Kemudian TY, KL, LK, LI dan OP masuk ke dalam Gedung Walet dengan merusak gembok pintu gedung dan mencuri sarang burung walet menggunakan alat berupa 1 (satu) batang besi.

Sementara tersangka berinisial SA dan EN menunggu sepeda motor tersangka yang dititipkan padanya. Setelah berhasil mencuri, barang hasil curian berupa sarang burung walet tersebut dijual dan hasil penjualan dibagi kepada para tersangka lainnya.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka SA, TY, KL, LK, LI dan OP dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana Penjara paling lama 7 (tujuh) tahun”.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *