1. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso,S.H.,S.I.K.,M.H, didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rizqi Akbar,S.I.K, Kasubbag Humas Iptu Iis Yeni Idaningsih,S.H, dan Kanit IV Reskrim (Jatanras) Ipda Yaya Koswara,S.H, melaksanakan kegiatan Konferensi pers, pada hari Selasa (26/11/2019), perihal dua tindak pidana kejahatan berupa kasus pencurian kendaraan bermotor dan perjudian.

    Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso,SH.,S.I.K.,MH, mengungkapkan, bahwa modus operandi para tersangka ini secara bersama-sama mengambil sepeda motor milik pelapor dengan cara merusak kunci kontak kendaraan dengan menggunakan kunci leher T.

    “Saat dalam menjalankan aksinya, TKP berada didepan Saung Sawah Dusun Balater RT.006/003, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran,”

    Ada 1 (satu) tersangka yang diamankan, diantaranya bernisial SR alias Kobra (29 thn). Sedangkan rekannya berinisial AP dan AG masih DPO.

    Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa :
    • 1 (satu) unit kendaraan bermotor merk Honda Karisma 125 D, warna Hitam, tahun 2004, tanpa no. polisi No. Rangka : MH1JB22174K205545 (Rusak), No. Mesin : D.2298572-H (Rusak) (Hasil Curian).
    • 1 (satu) unit kendaraan R2 merk Honda Supra X warna Hitam No. Reg : z-3554-ZE hasil pengembangan.
    • 3 (tiga) buah anak mata kunci T dengan ujung lancip.
    • 1 (satu) buah kunci palang besi berbentuk hurup Y.
    • 1 (satu) buah tas selempang warna Hitam.

    Atas perbuatannya tersangka dijerat pasar 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHPidana, diancam dengan pidana penjara palinglama 7 tahun,” jelasnya AKBP Bismo Teguh Prakoso,SH.,S.I.K.,MH.

    Sementara pada kasus perjudian, lanjut Kapolres Ciamis menerangkan, bahwa modus operandi perjudian ini pemasang membeli biting kepada bandar dengan harga masing-masing biting warna Merah Rp.10.000 biting pendek warna merah/kuning Rp. 5.000 di TKP Dusun Mulyasari RT. 09/02, Desa Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.

    Setelah itu, pemasang menaruh biting yang telah dibelinya tersebut ke nomor yang diinginkan oleh pemasang. Kemudian bandar mengocok dadu apabila hasil kocokan tersebut keluar nomor yang diinginkan oleh pemasang maka pemasang itulah yang menangkan permainan judi tersebut,”

    Sebaliknya apabila nomor tersebut tidak cocok dengan yang telah dipasang oleh pemasang maka biting tersebut milik bandar.

    Dari hasil penggrebekan itu, polisi mengamankan 7 (tujuh) tersangka diantaranya berinisial SD (29), JJ, (45), PS (21), AM (53), AM (43), UW (30), RF (20).

    Sedangkan 5 (lima) tersangka yang masih daftar pencarian orang (DPO) yakni berinisial GR, AJ, EP, SD dan KW.

    Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa :
    • 10 (sepuluh) unit kendaraan roda dua.
    • 1 (satu) unit Kendaraan mobil.
    • Uang tunai sebesar Rp.1.516.000.
    • 1 (satu) unit HP.
    • 4 (empat) buah dadu warna Hitam.
    • 1 (satu) buah tempat mengocok dadu.
    • 32 lembar Biting panjang warna merah.
    • 25 lembar biting pendek warna Merah.
    • 13 lembar Biting pendek warna Kuning.
    • 11 lilin warna Putih.
    • 7 (tujuh) buah dompet.
    • 1 (satu) lembar lapak berukuran 80m2.
    • 1 (satu) lembar karpet berukuran 1,5 M2.

    Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 303 ayat 1 KUHPidana Ancaman Hukuman 10 tahun Penjara,”

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *