Kematian Fathan Ardian Nurmiftah (19) yang tragis akhirnya terkuak. Pemuda asal Telukjambe Timur itu dibunuh oleh Jhovi Fernando (30) seorang pengangguran yang mengaku punya kemampuan supranatural. Polisi menilai ada motif materi di balik pembunuhan ini. Indikasi itu terlihat ketika Jhovi meminta uang kepada orang tua korban.

“Sehari setelah membunuh, tersangka meminta uang Rp 400 juta kepada orang tua korban melalui ponsel korban,” kata Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra S.I.K., M.H.M.Si,. di Mapolres Karawang, Sabtu (16/01/2021).

Dalam pesan kepada keluarga korban, menurut Kapolres, pelaku menyerahkan nomor rekening milik Husain Abdurrahim (21). Husain adalah teman dekan Jhovan. Ia tak terlibat langsung dalam pembunuhan itu. Husain mengaku hanya membantu mengikat dan membuang mayat korban.

Kapolres menuturkan, pihaknya masih mendalami ihwal tujuan Jhovi meminta uang tersebut. Namun, kata Kapolres, Jhovi mengaku bahwa korban pernah bersedia meminjamkan uang kepadanya.

“Tersangka mengaku korban pernah bersedia meminjamkan uang, tapi akhirnya tidak bersedia. Di situ pelaku marah dan akhirnya membunuh korban,” kata Kapolres
Setelah membunuh, ujar Kapolres, Jhovi juga menjual benda-benda milik korban. Di antaranya dua unit ponsel dan satu unit motor matik.

“Sampai sekarang, kita masih mencari motor milik korban. Sementara ponsel korban memang dijual pelaku,” ucap Kapolres.

Setelah membunuh dan mengikat korban, Jhovi dan Husain kemudian meminjam satu unit minibus. Tujuannya untuk mengangkut mayat Fathan. Lantaran tak bisa menyetir, keduanya meminta tolong kepada Rio Hadiyan (23). Pemuda asal Pangkalan itu menyetir mobil hingga ke wilayah Cilamaya.

Saat tiba di Jalan Kecemek – Jarong, Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Cilamaya Kulon, jenazah Fathan yang sudah terbungkus dibuang ke pinggir sawah. Mayatnya terendam air selokan dan ditemukan dua warga yang tengah lari pagi, Rabu (13/1).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *