Polres Sukabumi Kota Polda Jabar menggelar Konferensi Pers”Pengungkapan kasus dugaan menyetubuhi anak dibawah umur”, bertempat di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (24/01)

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro , SH. S.IK. M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nuryanto, S.Pd dan Kasubbag Humas AKP Ana Ratna Dewi ,SH, MH dalam konferensi Pers tersebut menerangkan kepada awak media “Pada hari Jumat tanggal 23 November 2018 sekira jam 24.30 WIB di Kp. Kali Pasir Desa Sukaresmi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, telah terjadi dugaan tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur yang dilakukan oleh pelaku berinisial M alias B terhadap korban saudari RV dengan cara ketika korban sedang berjalan di pinggir jalan, kemudian pelaku mengajak korban untuk naik kedalam angkot pelaku dan setelah itu pelaku membawa korban ke rumah temannya, di rumah temannya tersebut pelaku membujuk korban dengan mengatakan akan mengantar korban pulang asal mau disetubuhi dan kemudian pelaku menyetubuhi korban sebanyak satu kali yang mana kondisi korban mengalami keterbelakangan mental.

Modus Pelaku “Pelaku mengajak korban ke rumah temannya dan di rumah temannya tersebut korban dibujuk akan diantar pulang asal mau disetubuhi.
Karena korban mengalami keterbelakangan mental, akhirnya korban mau saja ketika di ajak bersetubuh oleh pelaku”.

Pelaku sudah dijadikan sebagai tersangka. Barang Bukti (BB) yang didapat :
– 1 (satu) potong kaos lengan panjang warna putih dengan bertuliskan “MESSI 10”
– 1 (satu) potong Celana Levis warna biru
– 1(satu) potong celana dalam warna Pink.
Saksi-saksi saksi ada 3 (tiga) orang.

Pasal yang diterapkan kepada Tersangka adalah
“Pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) UU RI no.17 Tahun 2016 tentang “Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang no.01 Tahun 2016” tentang Perubahan kedua, atas Undang -Undang no.23 Tahun 2002 tentang “Perlindungan Anak”.

Ketentuan Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”.
Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah ). Terangnya

Selanjutnya  tersangka, masih dalam proses penyidikan di Polres Sukabumi Kota.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *