akapolda Jabar Brigjen Pol Akhmad Wiyagus memimpin upacara HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob Polda Jabar, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Akhmad dalam kesempatan itu membacakan pesan Kapolri Komjen Pol Idam Azis  serta menyampaikan capaian program Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya).

Dia memaparkan, terdapat 7 program Polri yang jadi prioritas, antara lain mewujudkan sumber daya manusia unggul, pemantapan harkamtibnas, penguatan penegakan hukum (gakum) yang profesional dan berkeadilan, pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan, serta penguatan pengawasan.

”Selama kurang lebih tiga tahun program Prometer diimplementasikan, kita lihat sudah menunjukan hasil signifikan. Maka, kami akan melanjutkan tujuh program prioritas tersebut,”

Usai memimpin upacara, kepada wartawan Akhmad menjelaskan bahwa Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Korps Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri. Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terrorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD),”

Korps Brigade Mobil juga bersifat sebagai komponen besar didalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, seringkali bersamaan dengan operasi militer. Menurutnya, Korps Brimob merupakan pasukan yang sangat loyal dan dapat diandalkan oleh Polri.

“Brimob berhasil menunjukan eksistensinya dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Brimob berhasil menunjukan pengabdian yang tulus sebagai Bhayangkara sejati,” tuturnya.

Korps Brimob terdiri dari dua cabang, yaitu Gegana dan Pelopor. Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik, seperti penjinakan bom (Bomb Disposal), Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Terror (Counter Terrorism), dan Inteligensi.

Sementara, Pelopor bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat Paramiliter seperti: penanganan kerusuhan/huru-hara (Riot control), pencarian dan penyelamatan (SAR), pengamanan instalasi vital, dan operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas.

Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus, diantaranya; kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), Penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti terroris atau seperatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob masing-masing.

“Kita tentu berharap, Korps Brimob semakin profesional, unggul, dan selalu menjadi kebanggaan bangsa dan negara. Tugas Brimob ialah mengabdikan jiwa (nyawa) dan raga (badan) untuk segala tugas kemanusiaan, termasuk di dalamnya ketertiban dan dan ketenteraman masyarakat dengan semboyan Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,”

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *