Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kelalaian perawat terhadap seorang bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Meskipun orang tua korban, Nina Salea (37), belum secara resmi membuat laporan kepolisian, pihak kepolisian tetap bergerak proaktif untuk mengusut kasus ini.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan. “Belum ada laporan, tapi kami tetap melakukan penyelidikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/4/2026).
Penyelidikan ini mencakup klarifikasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di RSHS. Polisi berupaya memahami alur kerja dan prosedur yang seharusnya dijalankan oleh tenaga medis, terutama dalam penanganan bayi. “Kita bakalan klarifikasi dulu, untuk mengetahui SOP di RSHS,” kata AKBP Anton.
Pihak kepolisian juga mendatangi RSHS Bandung pada minggu lalu untuk melakukan serangkaian penyelidikan awal. “Minggu kemarin kita sudah mendatangi RSHS,” ujarnya, mengonfirmasi langkah proaktif yang telah diambil.
Terkait kemungkinan adanya keterlibatan sindikat penculikan bayi, AKBP Anton belum memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, penyelidikan yang dilakukan akan mencakup berbagai aspek untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain yang terlewat. Fokus utama saat ini adalah mengumpulkan informasi dan bukti terkait dugaan kelalaian yang terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat adanya dugaan kelalaian yang berpotensi membahayakan keselamatan bayi. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan ini demi memberikan kejelasan dan keadilan, serta memastikan standar pelayanan medis di institusi kesehatan terkemuka seperti RSHS tetap terjaga. Perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan ini akan terus diinformasikan seiring dengan ditemukannya fakta-fakta baru.











Discussion about this post