Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri mengunjungi Mapolrestabes Bandung pada Rabu (24/11) untuk kepentingan penelitian sekaligus perbaikan atas kurikulum pendidikan guna mewujudkan SDM Polri yang berkualitas. Kegiatan itu dihadiri oleh para alumni dari PTIK hingga para tokoh masyarakat.

“Ini adalah untuk perbaikan di PTIK. Ada tiga hal yang akan didalami, yang pertama tentunya sebagai yang memproduksi pimpinan Polri di masa depan, kita butuh marketnya bagaimana kemudian penggunaan alumninya seperti apa,” kata Ketua Tim Peneliti Kombes Pol. Irfing Jaya.

Diharapkan, dalam kegiatan itu para alumni dari PTIK dan tokoh masyarakat yang hadir dapat memberi masukkan atas kurikulum yang pendidikan agar dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Bagaimanapun, dia menilai kurikulum harus dikaji menjadi lebih mutakhir agar dapat menghasilkan lulusan yang unggul.

“Misalnya (alumni) gak dapet (ilmu ini) bisa disampaikan ke peneliti,” ucap dia.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. H. Aswin Sipayung mendukung kegiatan yang diadakan oleh PTIK. Senada dengan Irfing, dia pun menilai para peserta didik di PTIK harus disesuaikan dengan situasi terkini.

“Satu ciri bahwa harus dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, itu harus bisa dielaborasi oleh lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian,” kata dia.

Di lokasi yang sama, seorang tokoh masyarakat, Usep memberi saran agar ilmu yang memberi pemahaman soal adat dan budaya di suatu daerah harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Hal itu agar polisi memahami situasi dan kondisi di suatu daerah ketika turun ke lapangan.

Misalnya, Usep mencontohkan, polisi asal Bandung dan ditugaskan di Medan maka harus memahami pula adat dan budaya di sana. Pemahaman atas adat dan budaya membuat komunikasi yang terjalin menjadi lebih baik. Selain itu, dia pun menyarankan agar jumlah polisi yang diturunkan ke satu daerah diperbanyak.

“Harus dibekali dalam nanti perkuliahan dalam sekolah tinggi, ilmu yang berbasis kedaerahan atau konten lokal karena polisi akan terjun ke daerah, di mana ditempatkan maka harus memahami situasi dan kondisi di daerahnya,” kata dia.

“Kalau polisinya jadi panutan pelayanan ke masyarakat akan tersampaikan, saya garis bawahi kepribadian akhlak dan budi pekerti disesuaikan dengan adat dan budaya di satu tempat,” pungkas dia.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *