Polres Sukabumi Kota terjunkan ratusan Personel untuk melakukan pengamanan rencana aksi damai terkait aktivitas PT Fontis Aqum Vivam di Kawasan Situgunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/6/2022).

Informasi yang dihimpun, sebelumnya telah beredar surat dari Aliansi Masyarakat Kadudampit Bersatu (Sikat Pitu) yang berencana akan melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa sebanyak 1000 peserta ke PT Pontis Aqum Vivam yang melakukan aktivitas bisnisnya di kawasan Situgunung pada Kamis (23/06) sekitar pukul 10.00 WIB di halaman parkir Situgunung dan sekitarnya.

Dalam selembaran surat itu, ada empat point yang menjadi tuntutannya, yakni menuntut korporasi atas kerusakan lapangan bola Kadudampit karena dijadikan lahan parikir, kemudian menghentikan pembangunan di danau atas hilang dan tercorengnya adat dan budaya sekitar, lalu menuntut korporasi atas perlakuan tidak adil terhadap pedagang kecil dan ojek sekitar, dan terakhir menuntut korporasi untuk menutup setiap aktivitas bisnisnya atas kerusakan yang terjadi.

Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Andri Alam Wijaya mengatakan pihaknya melakukan pengamanan atas dasar surat yang diterima terkait dengan adanya aksi damai oleh warga setempat.

“Mereka rencananya akan menyampaikan beberapa tuntutan terhadap PT Fontis yang mengelola kawasan wisata Situgunung,” ujar Andri, kepada wartawan, di Mapolsek Kadudampit.

Untuk melakukan pengamanan berjalannya aksi damai ini, kata Andri, Polres Sukabumi Kota sudah menerjunkan sebanyak 111 anggota, serta dibantu dengan pihak Koramil setempat dan juga pihak kecamatan.

“111 personel ini, semuanya dari Kepolisian. Namun, sampai saat ini pukul 10.14 WIB, kegiatan belum dimulai masih tarik ulur di laksanakan atau tidak,” jelasnya.

Meski demikian, sambung Andri, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengamanan dan apapun yang menjadi aspirasi masyarakat atau bagian dari demokrasi ini wajib mendapatkan pengawalan.

“Jadi, mau dilaksanakan atau tidak aksi damainya, tetap kewajiban dari pihak Kepolisian sebagai unsur pengamanan kita melaksanakan kegiatan perencanaan. Namun, demikian, masalah jadi atau tidaknya ini masih tentatif,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah peserta rencana aksi damai, Andri menjawab, bahwa berdasarkan surat laporan yang sudah diterima, jumlah estimasinya sekitar 1000 orang.

“Sampai saat ini belum terlihat, kami juga masih menunggu apakah jadi atau tidak, yang pasti personel semuanya kita standbay di lokasi,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *