Wakapolda Jabar Pastikan Jalur Arus Balik Subang Bebas Hambatan

Dalam menjaga kelancaran arus balik Lebaran 1447 H terus diperkuat melalui pengawasan langsung di lapangan. Wakapolda Jabar, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, melaksanakan kunjungan supervisi ke Pos Pengamanan (Pos Pam) Sewoharjo, perbatasan Subang–Indramayu, pada Minggu sore (29/3/2026).

Dalam inspeksi mendadak tersebut, perhatian jajaran petinggi Polda Jabar tertuju pada kerumunan penyapu koin yang masih memadati sepanjang satu kilometer jalur menuju Jakarta. Fenomena tahunan di Jembatan Sewo ini dinilai menjadi salah satu variabel yang berpotensi menghambat laju kendaraan pemudik di jalur arteri Pantura.

Antisipasi Hambatan Arus di Jembatan Sewo

Berdasarkan hasil pemantauan tim supervisi, keberadaan penyapu jalan di titik krusial tersebut cukup masif. Meski petugas memastikan tidak ditemukan praktik pemalakan atau paksaan, kehadiran mereka tetap menjadi catatan khusus bagi kepolisian karena faktor keselamatan dan risiko penyempitan arus lalu lintas.

“Keberadaan penyapu jalan tetap menjadi perhatian kami karena dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan. Prioritas kami adalah memastikan perjalanan masyarakat kembali ke Jakarta tidak terhambat oleh hambatan samping di jalan raya,” ungkap Brigjen Pol. Adi Vivid.

Fenomena ini sebelumnya juga sempat mendapat perhatian dari pemerintah provinsi, di mana imbauan untuk tidak beroperasi sementara telah dikeluarkan guna menekan potensi kecelakaan fatal di jalur cepat tersebut.

Instruksi Wakapolda: Profesionalisme Tanpa Batas

Didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar dan Kapolres Subang yang diwakili Kapospam Sewoharjo, Kompol R. Jusdijachlan, Wakapolda menekankan bahwa berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya bukan berarti personel bisa mengendurkan kewaspadaan.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Adi Vivid menginstruksikan tiga poin utama kepada personel di lapangan:

  1. Kesiapsiagaan Total: Seluruh personel diminta tetap siaga mengawal sisa arus balik yang masih mengalir.
  2. Kualitas Pelayanan: Menjaga kebersihan Pos Pam dan sikap tampang sebagai cerminan profesionalisme Polri di mata publik.
  3. Kesehatan Personel: Mengingat tugas berat yang telah dijalani, kesehatan anggota menjadi kunci optimalnya pelayanan kepada masyarakat.

“Personel harus tetap siaga, menjaga sarana prasarana, serta tetap rapi. Sikap tampang adalah bentuk profesionalisme kita dalam melayani masyarakat,” tegas Wakapolda Jabar.

Situasi Subang Terpantau Kondusif

Hingga Minggu petang, situasi di Pos Pam Sewoharjo dilaporkan aman dan terkendali. Seluruh personel dinyatakan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mengelola dinamika jalur Pantura.

Melalui supervisi ini, Polda Jabar membuktikan bahwa pengawasan top-down dilakukan secara konsisten untuk memastikan setiap jengkal jalur mudik dan balik tetap dalam perlindungan kepolisian. Sinergi antara ketegasan aturan dan pendekatan persuasif terhadap warga lokal diharapkan mampu menjaga harmoni di jalur legendaris Jembatan Sewo.

BAGIKAN:
Temukan berita dan informasi terkini dari Polda Jawa Barat di Google News.
Silakan klik tanda bintang untuk mengikuti.