Sentuhan Kemanusiaan Polwan Brimob: Membangun Kembali Kepercayaan Diri Anak-Anak Korban Bencana Sukabumi

Di tengah puing-puing bangunan dan sisa-sisa bencana alam yang melanda Sukabumi, terdapat sebuah upaya penyembuhan yang tak kalah penting: pemulihan psikologis anak-anak korban bencana. Polwan Brimob Polda Jabar mengambil peran krusial dalam upaya ini, menyelenggarakan program trauma healing yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengatasi trauma yang mereka alami.

Program ini bukan sekadar permainan anak-anak biasa. Polwan Brimob yang terlatih dan berpengalaman dalam penanganan trauma, menggunakan pendekatan yang holistik dan terstruktur. Mereka menggunakan berbagai metode kreatif dan interaktif, seperti seni terapi, permainan peran, bercerita, dan kegiatan-kegiatan lain yang dirancang untuk merangsang emosi positif dan membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dengan aman.

Salah satu metode yang efektif adalah penggunaan media seni. Anak-anak diajak untuk melukis, mewarnai, atau membuat kerajinan tangan. Melalui kegiatan ini, mereka dapat mengekspresikan emosi dan pengalaman mereka tanpa harus menggunakan kata-kata. Permainan peran juga digunakan untuk membantu anak-anak memproses pengalaman traumatis mereka dalam lingkungan yang terkontrol dan aman.

Hasilnya pun terlihat nyata. Anak-anak yang semula tampak pendiam, murung, dan ketakutan, perlahan mulai menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Mereka lebih ceria, aktif, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan lebih baik. Program ini tidak hanya membantu anak-anak, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga mereka yang juga terdampak bencana.

Kombes Pol. Donyar Kusumadji, Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan profesionalisme Polwan Brimob dalam menjalankan program trauma healing ini. Ia menekankan pentingnya pemulihan psikologis bagi anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa. “Mereka adalah generasi penerus kita, dan kita harus memastikan mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Exit mobile version