Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menutup sejumlah jalur protokol di pusat kota Cianjur selama upacara dan pawai Hari Santri Nasional tahun 2025. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara yang diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pesantren di wilayah Cianjur. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif dalam kota selama kegiatan berlangsung.
KBO Satlantas Polres Cianjur, Iptu Atim, menjelaskan bahwa puluhan anggota Satlantas Polres Cianjur dibantu petugas Dinas Perhubungan Kabupaten disiagakan di setiap persimpangan jalan untuk melakukan rekayasa lalu lintas.
“Petugas gabungan disiagakan sejak pagi hingga petang, guna mengatur kelancaran arus selama upacara dan ditutup dengan pawai keliling kota melintasi jalur protokol di Cianjur,” kata Iptu Atim.
Pengamanan dan rekayasa arus yang dilakukan selama Hari Santri Nasional ini bertujuan untuk menghindari antrean kendaraan yang dapat memicu terjadinya kemacetan total, terutama di jalur utama dan jalur protokol kota Cianjur. Polres Cianjur berupaya untuk meminimalisir dampak penutupan jalan terhadap aktivitas masyarakat.
Ribuan santri yang melakukan pawai menampilkan berbagai keahlian, mulai dari Jalan Pangeran Hidayatullah, Jalan Siliwangi, Jalan Siti Jenab, Jalan Otista, dan Jalan Kaum, serta berakhir di Taman Alun-alun Cianjur. Rute pawai ini melewati sejumlah jalan protokol utama di Cianjur, sehingga penutupan jalan tidak dapat dihindari.
Sejumlah ruas jalan protokol di Kabupaten Cianjur ditutup dan dialihkan sementara selama pawai berlangsung. “Rekayasa arus sifatnya situasional selama pawai berjalan arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain, setelah rombongan melintas jalur yang ditutup kembali dibuka normal,” jelas Iptu Atim.
Kamis petang, arus lalu lintas di sepanjang jalur yang sempat ditutup seperti simpang 4 BLK, simpang 3 Santiong, simpang 3 Jalan A Sucipta, Simpang Suge, dan Simpang 3 Jalan Imun Sulaiman sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Pantauan Antara, ribuan santri yang mengikuti pawai Hari Santri Nasional menampilkan berbagai keahlian, termasuk marching band dengan irama musik Islami. Penampilan ini menarik perhatian jutaan mata warga yang memadati sepanjang jalan yang dilalui.
Petugas dari kepolisian, Dishub, dan Satpol PP Cianjur melakukan pagar betis di sejumlah titik di mana kepadatan warga sangat tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran pawai, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pawai Hari Santri Nasional di Cianjur berlangsung meriah dan sukses. Masyarakat Cianjur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Polres Cianjur berhasil mengamankan jalannya acara dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati pawai dengan aman dan nyaman.










