Polres Majalengka dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka memperkuat sinergi dengan menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana Tahun 2025. Apel yang dipimpin oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, bersama Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, ini merupakan respons cepat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat hingga April 2026.
Upacara yang diikuti oleh jajaran Polri, TNI, BPBD, Basarnas, dan berbagai relawan ini menjadi momentum penting untuk pengecekan menyeluruh terhadap kemampuan personel, sarana, dan prasarana.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan bahwa Apel siaga ini adalah bentuk sinergi lintas sektor.
“Apel siaga ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana. Kita harus siap siaga, baik dari segi personel, peralatan, maupun koordinasi, agar dapat memberikan pertolongan cepat dan tepat kepada masyarakat,” kata Bupati.
Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif.
“Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder siap menghadapi situasi apapun, demi keselamatan dan keamanan masyarakat Majalengka,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, demografi Kabupaten Majalengka sangat rawan bencana. yang mana Wilayah Selatan rawan Longsor, meliputi Kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. dan Wilayah Utara rawan Banjir, meliputi Ligung, Jatitujuh, Kertajati, dan Kadipaten.
BPBD mencatat, hingga awal November 2025, sudah terjadi 195 kejadian bencana di Majalengka. Untuk memastikan kesiapan, Apel ditutup dengan pengecekan sarana prasarana, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet, hingga peralatan evakuasi.










