Polri menegaskan kesiapan penuh menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Operasi Lilin 2025. Operasi tahun ini mengusung paradigma pelayanan baru, di mana fokusnya meluas, tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada penjagaan kenyamanan spiritual dan sosial masyarakat.
Kesiapan ini ditekankan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri oleh petinggi Polri, TNI, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan kementerian terkait.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyatakan bahwa Operasi Lilin adalah wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat.
“Operasi Lilin bukan semata pengamanan lalu lintas. Ini adalah layanan Polri untuk menjaga kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat, agar umat dapat beribadah dengan khusyuk dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan rasa aman dan damai,” ujar Wakapolri, menyoroti aspek pelayanan yang lebih mendalam.
Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, melibatkan 146.701 personel gabungan dan pengamanan terhadap 44.226 objek strategis yang tersebar di seluruh Indonesia.
Berdasarkan survei Kemenhub, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru kali ini diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Puncak Arus: Puncak mudik diprediksi pada 20 dan 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Lonjakan ini direspons dengan langkah terpadu yaitu Fasilitas Dukungan: Disiapkan 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu. dan Kebijakan Transportasi: Pemerintah menyiapkan diskon tiket kereta api 30% dan diskon pesawat 13–14% untuk mengurai kepadatan, serta rekayasa lalin contraflow, one way, dan ganjil-genap yang situasional.
Polri juga mengoptimalkan hotline 110 mulai 22 Desember 2025, menekankan kecepatan respons, empati, dan kepastian tindak lanjut sebagai kunci pelayanan Nataru tahun ini. Perhatian khusus juga diberikan pada antisipasi bencana alam, di mana jajaran diinstruksikan memperkuat kesiapsiagaan kontinjensi seiring prediksi peningkatan curah hujan ekstrem dari BMKG.









