Polda Jawa Barat terus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat sepanjang 2025. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan hingga tingkat lingkungan terkecil.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut penguatan dilakukan melalui penugasan Bhabinkamtibmas dan polisi RW. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri. “Tahun ini kami menggelar 4.230 Bhabinkamtibmas dan 14.253 polisi RW,” kata Rudi. Personel tersebut tersebar di ribuan desa dan puluhan ribu RW.
Kapolda menilai kehadiran polisi di tingkat lingkungan efektif dalam mencegah potensi konflik sosial. Polisi dapat mendeteksi permasalahan sejak dini. “Polisi harus hadir sebelum masalah itu muncul,” ujarnya. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan dialog dan komunikasi.
Menurut Rudi, pendekatan persuasif lebih efektif dalam membangun kepercayaan publik. Masyarakat diharapkan tidak ragu berkomunikasi dengan aparat. Keberadaan polisi RW juga dinilai mempermudah penyelesaian masalah sosial. Banyak persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berujung konflik.
Kapolda menegaskan kehadiran polisi bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, polisi diharapkan menjadi mitra warga. Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal utama menjaga keamanan. Karena itu, sikap humanis terus ditekankan kepada seluruh personel.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,” kata Rudi. Polda Jabar berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat.










