Masa depan Siti Aulia Marlina, seorang siswi berprestasi asal Desa Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kini menemukan titik terang. Di tengah keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga yang memprihatinkan, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, secara resmi mengangkatnya sebagai anak asuh institusi kepolisian, Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk memastikan Siti Aulia dapat terus mengenyam pendidikan hingga meraih cita-citanya.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan
Kisah hidup Siti Aulia memang menyayat hati. Ia telah kehilangan figur ibu sejak berusia satu bulan karena ditinggalkan, sementara sang ayah, Lili Sugandi, kini telah tiada. Selama ini, Siti tinggal bersama kerabatnya, Pendi dan Titin Suryatin, di sebuah rumah kontrakan sederhana.
Meski tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas dan tanpa orang tua kandung di sisinya, Siti tidak lantas menyerah. Ia justru dikenal sebagai siswi yang cerdas dan memiliki semangat belajar yang luar biasa di sekolahnya. Semangat inilah yang menyentuh hati jajaran Polres Pangandaran.
Komitmen Pendidikan dan Kesejahteraan
Kapolres Pangandaran menegaskan bahwa kepolisian akan hadir sebagai penopang kebutuhan pendidikan serta kesejahteraan Siti Aulia ke depan.
“Kami mengangkat Siti Aulia sebagai anak asuh Polres Pangandaran. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar ia tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa perlu khawatir akan kendala biaya. Kami ingin Siti terus berprestasi dan meraih mimpinya,” ujar AKBP Ikrar Potawari.
Inspirasi Bagi Masyarakat
Melalui langkah ini, AKBP Ikrar berharap tindakan Polres Pangandaran dapat memantik semangat kepedulian warga lainnya. Ia berpesan agar masyarakat lebih peka terhadap nasib anak-anak di lingkungan sekitar yang membutuhkan dukungan, terutama dalam hal akses pendidikan.
Langkah humanis ini membuktikan bahwa peran Polri telah bertransformasi lebih jauh. Tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan “orang tua” bagi anak-anak yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan.











Discussion about this post