No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Menkes: Program Cek Kesehatan Gratis adalah Mimpi Prabowo untuk Sehatkan Rakyat Indonesia

Januari 25, 2026
in Berita, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan perwujudan mimpi Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Menkes Budi menyampaikan hal ini dalam konferensi pers daring mengenai capaian dan evaluasi program CKG 2025, yang digelar pada Jumat (23/1/2026).

“Ini adalah mimpi dan tugas dari Bapak Presiden ke kami. Bagaimana caranya selain cek kesehatan gratis ditingkatkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita menyehatkan seluruh masyarakat yang sudah dicek kesehatan gratis,” kata Menkes Budi.

Untuk merealisasikan mimpi Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 136 juta masyarakat Indonesia dapat mengikuti program CKG pada tahun 2026. Target ini jauh lebih besar dibandingkan dengan capaian tahun 2025 yang mencatat 70 juta peserta.

“Selain jumlah masyarakatnya yang kita skrining itu naik dari 70 juta (2025) ke 136 juta (target 2026), yang paling penting adalah kita akan mulai terapkan tatalaksananya, pengobatannya, perawatannya, agar mereka kembali menjadi sehat,” ujar Menkes Budi.

Dalam pelaksanaan CKG 2026, masyarakat yang teridentifikasi dalam kategori kurang sehat (rapor kuning) dan tidak sehat (rapor merah) akan segera mendapatkan penanganan medis yang komprehensif. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan CKG 2025, di mana peserta yang terdeteksi mengalami hipertensi dan diabetes hanya mendapatkan edukasi mengenai perbaikan pola hidup.

“Orang yang kami identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau,” ungkap Menkes Budi.

Mulai tahun ini, peserta CKG yang teridentifikasi memiliki masalah kesehatan akan langsung mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi mereka. Hal ini diharapkan dapat mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.

Baca Juga  Hadiri HUT ke-52 KSPSI, Kapolri Apresiasi Perjuangan dan Dorong Peningkatan Keterampilan Buruh

Menkes Budi menegaskan bahwa tugas dari seluruh jajaran Kemenkes, Dinas Kesehatan (Dinkes), rumah sakit (RS), dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) adalah memastikan rakyat Indonesia yang sudah mengikuti CKG menjadi lebih sehat.

“Yang sudah sehat tetap sehat, yang kurang sehat membaik jadi sehat, yang tidak sehat membaik jadi kurang sehat dan kemudian membaik jadi sehat,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025. Data Kemenkes menunjukkan bahwa partisipasi CKG lebih banyak dilakukan oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Sebanyak 54,39 persen atau 39,58 juta orang merupakan perempuan, sementara 45,61 persen atau 33,2 juta orang adalah laki-laki.

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, bayi baru lahir (usia 2 hari) merupakan kelompok umur dengan persentase paling besar untuk mengikuti CKG, di mana 2,3 juta dari 4,4 juta bayi (52 persen) mengikuti CKG pada 2025. Kemudian, 19,7 juta dari 48 juta (41 persen) anak usia sekolah dan remaja (7-17 tahun) dan 2,7 juta dari 27 juta (10 persen) balita dan usia prasekolah (1-6 tahun). Diikuti 31 juta dari 170 juta (18 persen) orang dewasa usia 18-59 tahun serta 6 juta dari 34 juta (18 persen) lansia usia 60 tahun ke atas.

Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terhindar dari berbagai penyakit dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

ShareTweetSend
Previous Post

Indonesia Jadi Anggota Pendiri Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, Presiden Prabowo Tandatangani Piagam di Swiss

Next Post

KLARIFIKASI HOAX – FABRICATED CONTENT [SALAH] Purbaya Mau Hapus Dana Desa, Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako

BeritaTerkait

Berita

KLARIFIKASI HOAX – FABRICATED CONTENT [SALAH] Purbaya Mau Hapus Dana Desa, Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako

Januari 25, 2026
Berita

Indonesia Jadi Anggota Pendiri Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, Presiden Prabowo Tandatangani Piagam di Swiss

Januari 25, 2026
Berita

Persib Bandung Gebrak Bursa Transfer, Resmi Datangkan Eks Bintang PSG Layvin Kurzawa!

Januari 25, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

KLARIFIKASI HOAX – FABRICATED CONTENT [SALAH] Purbaya Mau Hapus Dana Desa, Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako

Januari 25, 2026

Menkes: Program Cek Kesehatan Gratis adalah Mimpi Prabowo untuk Sehatkan Rakyat Indonesia

Januari 25, 2026

Indonesia Jadi Anggota Pendiri Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, Presiden Prabowo Tandatangani Piagam di Swiss

Januari 25, 2026

Persib Bandung Gebrak Bursa Transfer, Resmi Datangkan Eks Bintang PSG Layvin Kurzawa!

Januari 25, 2026

Kebakaran Landa Toko Sanya di Cianjur, Polres Cianjur Sigap Padamkan Api dan Amankan Lokasi

Januari 25, 2026

Kapolresta Cirebon Pimpin Patroli Malam dan Cek Kesiapsiagaan Polsek Jajaran, Jamin Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

Januari 25, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.