Di tengah keprihatinan pascabencana tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Barat hadir membawa keceriaan. Pada Senin (26/1/2026), para srikandi Polri ini turun langsung ke lokasi pengungsian untuk membagikan makanan ringan dan memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak terdampak bencana.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Senior Polwan Polda Jabar sekaligus Kabid Keu, Kombes Pol. Heni Kresnowati SP., S.E., M.Si., didampingi Dir PPA dan PPO Kombes Pol. Rumi Untari S.I.K., M.H., serta Pakor Polwan Polda Jabar AKBP Dra. Wiwik Indrawati Apt., MMRS.
Kehadiran para personel Polwan di lokasi penampungan sementara disambut hangat oleh warga. Fokus utama dalam aksi ini adalah menyasar anak-anak pengungsi yang rentan mengalami trauma akibat bencana. Dengan pendekatan yang lembut dan humanis, para Polwan berinteraksi langsung, membagikan camilan, serta mengajak anak-anak berbincang guna memberikan rasa aman dan nyaman.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan menyeluruh bagi korban bencana.
“Pembagian makanan ringan ini merupakan bentuk kepedulian Polri, khususnya Polwan Polda Jabar. Kami ingin memastikan Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya
Selain menyalurkan bantuan logistik ringan, kehadiran para Polwan ini juga berfungsi sebagai dukungan moril bagi para orang tua dan anak-anak di pengungsian. Interaksi langsung yang dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat para pengungsi di tengah situasi sulit pascabencana.
Polda Jawa Barat menegaskan akan terus berperan aktif dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga pemulihan kondisi psikologis masyarakat (trauma healing). Melalui aksi ini, diharapkan hubungan yang humanis antara Polri dan masyarakat semakin kuat, serta memberikan kekuatan bagi para korban untuk bangkit kembali.











Discussion about this post