Kehadiran Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran kini menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem pengamanan di wilayah ujung selatan Jawa Barat. Keberadaan gedung baru yang berlokasi di Jalan Arteri Pangandaran-Cijulang ini dinilai sangat krusial dalam memperkuat pengamanan wilayah secara masif serta memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif kepada masyarakat maupun pelaku usaha wisata.
Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, mengungkapkan bahwa gedung dua lantai seluas 3.300 meter persegi ini berdiri di atas lahan hibah seluas 5 hektar dengan dukungan anggaran APBN Dipa Polri tahun 2024. Operasional penuh gedung ini sekaligus memangkas birokrasi pelayanan publik, sehingga warga kini dapat mengurus administrasi kepolisian dengan lebih cepat dan efektif.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menekankan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kedekatan dengan masyarakat melalui strategi Cooling System. Program rutin seperti Sholat Subuh dan Jumat Keliling menjadi sarana bagi Polri untuk mendengar langsung aspirasi warga serta mengedukasi masyarakat terkait kewaspadaan terhadap kejahatan konvensional dan penyebaran hoaks.
Langkah transformatif ini mendapat apresiasi positif dari kalangan industri pariwisata. Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menyebutkan bahwa stabilitas keamanan merupakan kunci utama keberlangsungan pariwisata. Dengan hadirnya Polres Pangandaran di pusat kegiatan wisata, diharapkan wilayah ini semakin kompetitif sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.










Discussion about this post