Sebagai langkah nyata dalam memitigasi risiko kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, Polres Purwakarta melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di SMK Purnawarman Purwakarta pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri untuk memastikan para pelajar tetap berada di jalur positif demi masa depan yang gemilang.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Bin Polmas Polres Purwakarta, Aiptu Ajat Sudrajat, bersama tim dari Sat Binmas. Di hadapan ratusan pelajar yang hadir dengan antusias, personel kepolisian memaparkan materi krusial mengenai dampak destruktif dari penyalahgunaan narkoba serta fenomena geng motor yang kerap memicu aksi kriminalitas jalanan dan tawuran antar-pelajar.
Dalam penyampaiannya, petugas tidak hanya menekankan pada bahaya kesehatan, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai konsekuensi hukum dan dampak sosial yang akan dihadapi jika terlibat dalam perilaku menyimpang. Melalui pendekatan yang komunikatif, Polri mengajak para pelajar untuk memiliki daya tangkal yang kuat terhadap pengaruh negatif lingkungan serta lebih selektif dalam memilih pergaulan.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas AKP Enjang Sukandi, menegaskan bahwa pembinaan kepada pelajar adalah prioritas utama Polri sebagai langkah preventif sejak dini. Menurutnya, membentuk karakter remaja yang taat hukum jauh lebih efektif daripada melakukan penindakan setelah pelanggaran terjadi.
“Melalui kegiatan Binluh ini, kami berharap para pelajar semakin memahami bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Dengan begitu, mereka mampu menjaga diri, tetap fokus pada pendidikan, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ujar Kasi Humas dalam keterangan resminya.
Polres Purwakarta berkomitmen untuk terus menggencarkan program serupa ke berbagai sekolah di wilayah hukumnya. Dengan sinergi yang kuat antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh buruk narkotika maupun tindak kriminalitas remaja lainnya.











Discussion about this post