Polda Jabar beserta jajaran Polres di seluruh wilayah hukum Jawa Barat melakukan aksi nyata dalam mengatasi masalah lingkungan. Ribuan personel kepolisian diturunkan untuk memimpin gerakan bersih-bersih massal di berbagai titik ruang publik secara serentak pada Rabu (4/2/2026).
Gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 yang menetapkan status darurat sampah di tanah air.
Kolaborasi Kolosal: Polisi, Pelajar, dan Stakeholder
Aksi korve serentak ini tidak hanya melibatkan internal Polri. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kekuatan besar dikerahkan untuk memastikan dampak yang signifikan.
“Total ada sekitar 6.500 orang yang bergerak di seluruh Jawa Barat. Ini mencakup 1.750 anggota polisi, 2.660 pelajar SMP dan SMA, serta 1.400 stakeholder terkait yang terjun langsung ke lapangan,” jelas Kombes Pol. Hendra.
Menyasar Ikon Wisata hingga Tempat Ibadah
Beberapa lokasi strategis yang menjadi fokus pembersihan meliputi destinasi wisata unggulan, pusat keramaian, hingga area pemukiman, di antaranya:
- Kawasan Pantai: Pantai Kejawanan (Cirebon Kota), Pantai Sukabumi, dan Pantai Pangandaran.
- Objek Wisata: Situ Cipanten (Majalengka), Wisata Lembah Curugan Gunung Putri, dan Wisata Sangiang (Cimahi).
- Fasilitas Publik: Alun-alun, tempat ibadah, serta lingkungan pemukiman di wilayah Polresta Bandung.
Polri sebagai Penggerak Ekonomi dan Lingkungan
Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah tumpukan sampah adalah bukti bahwa peran kepolisian bersifat multidimensi. Selain menjaga keamanan, Polri juga bertindak sebagai pelindung lingkungan hidup.
“Dengan lingkungan yang bersih, ekonomi rakyat di sekitar area publik dan wisata akan ikut bergerak. Polri hadir tidak hanya untuk keamanan, tapi sebagai penggerak ekonomi melalui penataan lingkungan yang sehat dan nyaman,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan.
Gerakan serentak ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat Jawa Barat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sehingga ruang publik tetap menjadi tempat yang layak, sehat, dan berkelanjutan.











Discussion about this post