Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Al Ghoniyah, Kabupaten Garut. Fasilitas ini dirancang sebagai dapur layanan utama untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ribuan santri serta masyarakat di lingkungan sekitar pesantren.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung kesehatan generasi penerus bangsa. Langkah besar ini bermula dari kunjungan silaturahmi kepolisian ke kediaman Pimpinan Ponpes Al Ghoniyah, KH RD Jujun Junaedi, pada Januari lalu, yang kemudian berlanjut pada kesepakatan pembangunan infrastruktur dapur gizi yang representatif dan memenuhi standar nasional.
Pembangunan SPPG ini menempati lahan seluas 2.555 meter persegi dengan luas bangunan dapur mencapai 415 meter persegi di bawah legalitas Yayasan Kemala Bhayangkari Garut. Dirreserse Narkoba Polda Jabar menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, pihak kepolisian tengah mengebut proses renovasi dengan target rampung dalam 30 hari, sembari melengkapi persyaratan administrasi seperti sertifikat laik hygiene sanitasi, sertifikat halal, hingga rekognisi dari BPOM.
Berdasarkan rencana operasional, fasilitas ini ditargetkan mampu melayani 2.048 penerima manfaat. Antusiasme masyarakat terhadap program kolaborasi ini juga terlihat sangat tinggi, di mana proses rekrutmen relawan untuk operasional dapur telah mencapai angka 90 persen. Hal ini menunjukkan dukungan penuh warga lokal terhadap program yang diinisiasi oleh jajaran kepolisian tersebut.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Ghoniyah, KH Jujun Junaedi Junjunan, mengapresiasi langkah konkret dan kepedulian tulus yang ditunjukkan oleh jajaran Polda Jabar dan Polres Garut. Menurutnya, kehadiran dapur gizi ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas kesehatan dan semangat belajar para santri di Kecamatan Selaawi serta para siswa di sekolah-sekolah sekitar Kabupaten Garut.
Diharapkan dengan terbentuknya SPPG ini, kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat semakin terasa manfaatnya secara langsung, khususnya dalam bidang pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.











Discussion about this post