Perkembangan teknologi medis kini menawarkan solusi revolusioner bagi pasien penyakit kronis dan mematikan. Terapi sel punca (stem cell) muncul sebagai primadona baru di dunia kedokteran, memberikan harapan bagi mereka yang selama ini bergantung pada pengobatan jangka panjang.
Secara fundamental, sel punca adalah “sel induk” unik yang memiliki kemampuan luar biasa untuk berkembang dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel baru yang sehat. Tugas utamanya jelas: menggantikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tidak lagi berfungsi normal.
Mengenal Tiga Sumber Utama Sel Punca
Dalam praktik medis, tenaga ahli umumnya mengandalkan tiga sumber utama untuk mendapatkan sel punca:
- Sumsum Tulang: Memerlukan tingkat kecocokan donor hingga 100 persen, sebuah tantangan besar yang sering kali menghambat kecepatan penanganan pasien.
- Darah Perifer.
- Darah dan Jaringan Tali Pusat: Dikenal lebih fleksibel karena sifatnya yang toleran, sehingga tidak menuntut kecocokan sempurna antara donor dan penerima.
Solusi untuk Thalasemia hingga Leukemia
Medical Advisor PT Cordlife Persada, dr. Meriana Virtin, menegaskan bahwa transplantasi sel punca hematopoietik memiliki spektrum manfaat yang sangat luas dalam menangani berbagai penyakit berat.
“Transplantasi sel punca hematopoietik dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit seperti kelainan darah bawaan thalasemia, kanker pada anak seperti leukemia, penyakit metabolik, serta gangguan sistem kekebalan tubuh berat,” jelas dr. Meriana dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).
Regulasi Ketat di Bawah UU Kesehatan
Pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam dalam mendukung kemajuan ini. Melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan regulasi yang ketat.
Aturan ini memastikan bahwa terapi berbasis sel punca hanya boleh dilakukan jika telah terbukti aman, memberikan manfaat nyata, dan memenuhi standar mutu yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk melindungi pasien sekaligus mendorong ekosistem medis yang lebih terpercaya di tanah air.
Dengan aksesibilitas sumber sel punca yang terus dikembangkan, masa depan dunia medis Indonesia diprediksi akan semakin mandiri dalam menyediakan terapi yang aman dan efektif bagi masyarakat luas.










Discussion about this post