Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian, seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Mande, Bripka Bayu Angga Kusumanegara, mengukir kisah pengabdian yang menyentuh hati. Bukan sekadar menjaga keamanan, Bripka Bayu Angga Kusumanegara telah tiga tahun menjadi sosok pahlawan tanpa tanda jasa bagi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad di Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja, Cianjur.
Kampung yang terletak di atas perbukitan ini memiliki akses yang sulit ditembus. Namun, bagi Bripka Bayu, medan terjal dan waktu tempuh hampir dua jam bukanlah penghalang untuk menyalurkan ilmu Bahasa Inggris kepada anak-anak desa binaannya.
Kepala MI Al Jihad, Heni Salamina, menceritakan bagaimana Bripka Bayu dengan sukarela mengisi kekosongan tenaga pengajar bahasa Inggris sejak tahun 2022. Dengan keterbatasan sekolah yang hanya memiliki tiga guru, kehadiran Bayu menjadi angin segar.
“Pak Bayu mengajar sukarela tanpa honor. Padahal medannya sangat berat. Tak jarang dia terjatuh dari motor karena jalanan tanah merah yang licin saat hujan, sampai bajunya compang-camping dan sepatunya robek,” kenang Kepala MI Al Jihad dengan haru, Kamis (5/2/2026).
Kegigihan Bayu membuahkan hasil nyata. Sejumlah lulusan MI Al Jihad kini mampu bersaing dan menjadi siswa berprestasi di tingkat SMP berkat fondasi Bahasa Inggris yang diajarkannya.
Kehadiran Bripka Bayu tidak hanya membawa ilmu, tapi juga perubahan infrastruktur. Berkat laporan dan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang berdiri sejak 1972 itu, jajaran Polres Cianjur turun tangan.
“Sekolah kami baru dua tahun ini menikmati listrik, alhamdulillah berkat bantuan Pak Kapolres atas laporan dari Pak Bayu,” tambah Heni. Selain itu, Bripka Bayu aktif menggandeng para donatur secara swadaya untuk mengecat bangunan dan memperbaiki bangku-bangku yang tidak layak.
Bripka Bayu mengaku tergerak secara nurani saat melihat kondisi MI Al Jihad yang memprihatinkan. Baginya, anak-anak di pelosok gunung harus memiliki kualitas SDM yang setara dengan anak-anak di perkotaan, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris di era digital.
“Saya ingin memajukan kualitas SDM di desa binaan saya agar tidak tertinggal. Selain mengajar, kami juga menjalankan program Police Goes to School untuk mencegah bullying dan kenakalan remaja,” jelas Bripka Bayu
Atas dedikasi luar biasanya yang melampaui tugas pokok kepolisian, pihak sekolah dan warga setempat mengusulkan Bripka Bayu Angga Kusumanegara sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026. Ia dianggap sebagai representasi polisi yang tulus, mengayomi, dan benar-benar hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat.
Hingga kini, meski MI Al Jihad masih kekurangan fasilitas MCK dan ruang guru, semangat Bripka Bayu tidak surut. Ia terus berkomitmen membagi waktu antara dinas kepolisian dan tugas mulianya sebagai pengajar di “sekolah tengah gunung” tersebut.











Discussion about this post