BANDUNG – Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar atas dedikasi luar biasa mereka dalam penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hingga memasuki pekan ketiga sejak bencana melanda pada 24 Januari lalu, para petugas di lapangan dinilai terus menunjukkan tanggung jawab kemanusiaan yang konsisten meski harus berhadapan dengan medan yang ekstrem dan cuaca buruk.
Dedikasi Tanpa Batas di Tengah Kondisi Alam yang Tak Ramah
Yomanius Untung menyebut para personel yang terlibat—mulai dari Kantor SAR, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan dan tenaga kesehatan—sebagai sosok luar biasa yang mengabaikan keselamatan pribadi demi tugas mulia.
“Bayangkan mereka hadir di sana hampir tiga pekan, berjibaku di tengah hujan yang terus turun dan kondisi alam yang tidak ramah. Mereka mengeluarkan semua daya agar tidak ada jenazah yang terlewatkan, sehingga keluarga korban bisa memberikan pemakaman yang layak,” ujar Untung dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini menegaskan bahwa pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang diberikan oleh tim gabungan merupakan bentuk pengabdian yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Update Evakuasi: 95 Kantong Jenazah Berhasil Ditemukan
Berdasarkan data hingga Rabu (11/2/2026), kerja keras tim gabungan di lokasi longsor telah berhasil mengevakuasi sebanyak 95 bodypack atau kantong jenazah. Fokus kini bergeser pada proses identifikasi medis untuk memastikan kepastian identitas para korban bagi pihak keluarga.
Berikut adalah rincian progres penanganan jenazah oleh Tim DVI Polda Jabar:
- Jenazah Teridentifikasi: 80 korban.
- Dalam Proses Identifikasi: 15 kantong jenazah.
Ketelitian DVI Polda Jabar Menjadi Kunci
Yomanius Untung juga menyoroti peran krusial Tim DVI Polda Jabar yang bekerja di belakang layar. Ketelitian dalam mencocokkan data menjadi kunci agar setiap jenazah yang ditemukan dapat dikembalikan kepada keluarga dengan tepat.
“Proses identifikasi ini dijalankan secara bertahap dan sangat teliti. Kita harus mendukung penuh upaya mereka agar proses duka keluarga korban bisa segera mendapat kepastian,” tambahnya.
Tragedi Pasirlangu menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi lintas unsur dalam manajemen bencana. DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal pemulihan pascabencana serta memberikan dukungan bagi penguatan sarana prasarana kebencanaan di wilayah-wilayah rawan longsor.











Discussion about this post