No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Bukan Hanya Penyakit Lansia: Mengenal 15 Faktor Risiko Demensia di Usia Muda

Februari 19, 2026
in Berita, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read

Selama ini, demensia identik dengan gangguan kognitif yang menyerang individu berusia 65 tahun ke atas. Namun, fakta medis terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini bisa muncul jauh lebih awal. Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Neurology mengidentifikasi setidaknya 15 faktor risiko yang memicu munculnya demensia sebelum memasuki usia senja.

Memahami Perbedaan: Demensia Dini vs. Demensia Usia Muda

Penting bagi masyarakat untuk membedakan kedua istilah yang sering tertukar ini menurut klasifikasi Harvard Health Publishing:

  • Demensia Dini (Early-stage Dementia): Merujuk pada tahap awal penyakit (gangguan kognitif ringan), terlepas dari berapa pun usia penderitanya.
  • Demensia Usia Muda (Young-onset Dementia): Merujuk pada diagnosis demensia yang ditegakkan pada individu di bawah usia 65 tahun.

Temuan Riset: Dari Genetik hingga Gaya Hidup

Penelitian besar yang menganalisis data dari UK Biobank terhadap lebih dari 350.000 peserta mengungkapkan bahwa risiko demensia usia muda dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Berikut adalah beberapa faktor kunci yang ditemukan:

1. Faktor Biologis dan Medis

  • Genetik (APOE ε4): Pembawa dua alel protein ini memiliki kemampuan yang rendah dalam membersihkan amiloid di otak, yang memicu penumpukan plak penyebab Alzheimer.
  • Riwayat Penyakit: Stroke, penyakit jantung, dan diabetes (terutama pada pria) menjadi pemicu utama karena merusak pembuluh darah menuju otak.
  • Gangguan Pendengaran: Kurangnya stimulasi suara ke otak terbukti meningkatkan risiko penurunan kognitif secara signifikan.
Baca Juga  Forkopimda Tasikmalaya Awasi Langsung PSU: Proses Demokrasi Berjalan Aman dan Tertib

2. Gaya Hidup dan Lingkungan

  • Penyalahgunaan Alkohol: Konsumsi berlebihan merusak lobus frontal otak yang mengatur fungsi eksekutif dan memori kerja.
  • Isolasi Sosial: Kurangnya interaksi dengan orang lain membuat otak kurang terlatih dan lebih rentan mengalami atrofi.
  • Defisiensi Nutrisi: Kekurangan Vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi virus yang berhubungan dengan kerusakan saraf.

Langkah Pencegahan Sebelum Usia 65 Tahun

Meskipun faktor genetik sulit diubah, para peneliti menekankan bahwa mayoritas faktor risiko lainnya dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup. Berikut adalah langkah preventif yang disarankan:

  1. Kendali Medis: Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau tekanan darah, gula darah (diabetes), dan kesehatan jantung.
  2. Kesehatan Sensorik: Jangan abaikan gangguan pendengaran. Penggunaan alat bantu dengar sejak dini dapat membantu menjaga stimulasi otak.
  3. Nutrisi dan Suplemen: Pastikan asupan Vitamin D tercukupi dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
  4. Aktivitas Sosial dan Fisik: Rutin berolahraga dan tetap aktif bersosialisasi untuk menjaga plastisitas otak.
  5. Batasi Toksin: Hindari penyalahgunaan alkohol dan penggunaan narkoba yang merusak sel saraf secara permanen.

Catatan Penting: Menjaga kesehatan otak adalah investasi jangka panjang. Deteksi dini terhadap faktor-faktor di atas dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk mempertahankan kualitas hidup lebih lama.

ShareTweetSend
Previous Post

Gol Chip Rafael Leao Selamatkan AC Milan dari Kekalahan Kontra Como 1907

Next Post

Komitmen Polda Jabar Pulihkan Hak Korban: Ribuan Motor Curanmor Disita dan Dikembalikan ke Pemilik

BeritaTerkait

Berita

Polda Jabar Bongkar Praktik Produksi Mi Basah Berformalin di Garut, Tersangka Raup Untung Puluhan Juta Rupiah

Februari 21, 2026
Berita

[HOAKS] Wapres Gibran Bagikan Bantuan Dana Rp 40 Juta di Facebook

Februari 21, 2026
Berita

Tips Puasa Aman bagi Penderita Maag dan GERD: Kenali Pemicu Pribadi dan Hindari Makanan yang Tidak Cocok

Februari 20, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

Polda Jabar Bongkar Praktik Produksi Mi Basah Berformalin di Garut, Tersangka Raup Untung Puluhan Juta Rupiah

Februari 21, 2026

[HOAKS] Wapres Gibran Bagikan Bantuan Dana Rp 40 Juta di Facebook

Februari 21, 2026

Tips Puasa Aman bagi Penderita Maag dan GERD: Kenali Pemicu Pribadi dan Hindari Makanan yang Tidak Cocok

Februari 20, 2026

Menlu Sugiono Serukan Perdamaian Adil dan Bermartabat bagi Palestina di Markas PBB

Februari 20, 2026

Persib Bandung Fokus ke Super League, Hadapi Persita Tangerang di GBLA dengan Motivasi Balas Dendam

Februari 20, 2026

Polsek Garut Kota Respon Cepat Laporan Anak Hanyut di Sungai Cimanuk, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Februari 20, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.