Kepolisian Resor (Polres) Cianjur menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku perang sarung selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif. Fenomena perang sarung yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur diketahui berpotensi memicu gangguan keamanan dan meresahkan masyarakat.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan bahwa seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, telah diinstruksikan untuk meningkatkan patroli rutin pada malam hari, sejak selepas tarawih hingga menjelang waktu sahur. Patroli ini bertujuan untuk mencegah potensi terjadinya perang sarung dan gangguan kamtibmas lainnya.
“Seluruh Polsek telah diinstruksikan untuk gencar melaksanakan patroli malam guna mencegah perang sarung. Apabila ditemukan adanya unsur pidana, para pelaku akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Alexander Yurikho Hadi pada Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak akan ragu menindak tegas apabila dalam praktiknya ditemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau tindak pidana lainnya. Menurutnya, perang sarung yang awalnya dianggap sebagai tradisi kerap berkembang menjadi aksi yang membahayakan dan merugikan.
Selain penindakan, Polres Cianjur juga mengedepankan langkah preventif sebagai strategi utama. Upaya pencegahan dilakukan dengan membubarkan kelompok anak-anak atau remaja yang kedapatan berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan jelas.
“Jika kami menemukan kelompok anak-anak atau remaja berkumpul pada malam hari tanpa tujuan jelas, petugas akan langsung memberikan imbauan agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk turut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas perang sarung. Ia menilai bahwa meskipun perang sarung kerap disebut sebagai tradisi Ramadan, praktik di lapangan sering kali menimbulkan kerugian dan membahayakan.
“Lebih baik hindari perang sarung. Mari sambut dan jalani bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat demi menjaga kamtibmas di Kabupaten Cianjur,” tandasnya.











Discussion about this post