Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas masyarakat yang berburu takjil dan ngabuburit memicu kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya. Salah satu titik terparah terpantau di Bundaran Gobras, Kecamatan Cibeureum, Sabtu (21/2/2026) sore.
Guna mencegah kemacetan total, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya Kota terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup arus secara situasional.
Persimpangan Tanpa Traffic Light Jadi Tantangan
Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, menjelaskan bahwa Bundaran Gobras merupakan urat nadi pertemuan arus dari empat arah sekaligus, yakni dari arah Kawalu, Siliwangi, Linggajaya, dan Cibeureum.
Kondisi persimpangan yang belum dilengkapi lampu lalu lintas (traffic light) membuat pertemuan kendaraan dari berbagai arah menjadi krodit saat volume meningkat tajam menjelang waktu berbuka.
“Kami melakukan sistem buka-tutup sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas dari kedua arah. Karena ini simpang empat yang sangat sibuk, kami harus turun tangan langsung melakukan pengaturan manual demi menjaga Kamseltibcarlantas,” ujar AKP Riki Kustiawan di lokasi.
Personel Disebar ke Pusat Keramaian
Aktivitas warga yang tumpah ruah ke jalanan untuk mencari menu berbuka puasa menjadi fokus utama pengamanan Satlantas. AKP Riki menegaskan bahwa penempatan personel tidak hanya dilakukan di Bundaran Gobras, melainkan di seluruh titik pusat keramaian di Kota Tasikmalaya.
Petugas telah bersiaga sejak sore hari untuk memantau pergerakan kendaraan dan memastikan tidak terjadi penumpukan yang dapat mengunci jalur utama.
“Anggota kami sudah ditempatkan di beberapa titik yang menjadi pusat keramaian sebagai langkah antisipasi. Kami ingin memastikan masyarakat tetap nyaman saat berkendara di tengah padatnya arus ngabuburit,” tambahnya.
Imbauan Keselamatan Berkendara
Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap sabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta untuk tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat saat berbelanja takjil, karena hal tersebut menjadi salah satu pemicu utama penyempitan jalan.
Melalui kehadiran personel di lapangan, diharapkan suasana Ramadan di Kota Tasikmalaya tetap kondusif, aman, dan tertib bagi seluruh masyarakat.











Discussion about this post