Guna memastikan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor (Polres) Subang resmi meluncurkan program inovatif bertajuk RAWATIB (Ramadhan Wajib Tertib). Program ini dirancang sebagai langkah preventif sekaligus humanis untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menegaskan bahwa RAWATIB merupakan manifestasi pelayanan kepolisian yang menyentuh berbagai lini aktivitas masyarakat selama bulan puasa. Fokus utamanya adalah menekan potensi gangguan keamanan sehingga suasana religius tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.
“Melalui program RAWATIB, kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan ibadah dapat berjalan aman, sekaligus meminimalisir segala bentuk potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres
Program RAWATIB terdiri dari beberapa pilar kegiatan utama yang menjangkau waktu-waktu krusial. Salah satunya adalah Patroli Biru Sahur, di mana armada patroli kepolisian berkeliling tidak hanya untuk mencegah kriminalitas, tetapi juga membantu membangunkan warga untuk bersahur.
Memasuki waktu ibadah malam, program Tarawih Aman diaktifkan dengan menempatkan personel di berbagai masjid prioritas sebelum jemaah datang. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman dan menjamin kelancaran jalannya salat tarawih. Rangkaian ibadah pagi pun tak luput dari pengawasan melalui Subuh Presisi, yang memadukan pengamanan salat subuh dengan ruang dialog langsung antara polisi dan jemaah guna menyerap aspirasi warga.
Tidak hanya fokus pada pengamanan rumah ibadah, Polres Subang juga menaruh perhatian khusus pada kalangan muda melalui Rawatib Remaja. Program ini menitikberatkan pada pembinaan guna mencegah aksi-aksi negatif yang kerap muncul di bulan Ramadan, seperti tawuran dan balap liar.
Di sisi lain, untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat, hadir pula Pasar Tertib Ramadhan. Melalui program ini, polisi melakukan pengawasan ketat terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok serta melakukan antisipasi dini terhadap praktik penimbunan yang dapat merugikan publik.
Kapolres Subang menekankan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjadi mata dan telinga bagi lingkungannya masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Subang agar tetap aman, nyaman, dan kondusif sepanjang Ramadan ini,” pungkasnya.











Discussion about this post