Stadion Giuseppe Meazza menjadi saksi perjuangan tanpa lelah Inter Milan saat menjamu wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dalam laga leg kedua play-off 16 besar Liga Champions, Rabu (25/2) dini hari WIB. Meski harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan tipis 1-2 yang membuat agregat menjadi 2-5, skuad Nerazzurri menunjukkan semangat juang yang tinggi sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Simone Inzaghi langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan lawan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk tandukan tajam Davide Frattesi di menit ke-27 yang hampir saja membawa Inter unggul, namun keberuntungan nampaknya belum berpihak pada tim tuan rumah hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat seiring ambisi Inter untuk mengejar ketertinggalan. Namun, kejutan datang dari tim tamu melalui skema serangan balik cepat; Jens Petter Hauge berhasil memecah kebuntuan di menit ke-58, disusul oleh gol Hakon Evjen pada menit ke-72 yang memperlebar jarak.
Di tengah tekanan yang kian berat, Inter enggan menyerah begitu saja. Alessandro Bastoni sempat menghidupkan asa lewat gol sundulannya di menit ke-76 memanfaatkan situasi sepak pojok. Meskipun hasil akhir belum sesuai harapan, penampilan solid para pemain seperti Manuel Akanji—yang tembakannya sempat membentur tiang—menunjukkan bahwa Inter telah berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi publik Milan.
Kekalahan ini tentu menjadi momen refleksi bagi Inter Milan untuk kembali memperkuat strategi di kompetisi domestik maupun musim mendatang. Bodo/Glimt terbukti menjadi lawan yang disiplin dalam mengatur tempo, namun kreativitas lini tengah Inter yang dikomandoi Nicolò Barella dan Piotr Zieliński tetap patut mendapatkan apresiasi.
Tersingkir dari kancah Eropa musim ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pijakan untuk membangun mentalitas yang lebih kuat. Dukungan tulus dari para pendukung setia di San Siro tetap mengalir, menjadi energi positif bagi para pemain untuk segera bangkit dan menatap tantangan berikutnya dengan kepala tegak.











Discussion about this post