Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bergerak cepat mematangkan strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Bersama Direktur Utama PT Jasa Marga, pimpinan tertinggi kepolisian di Jawa Barat ini meninjau langsung kesiapan Rest Area KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (24/2/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan mengingat kedua titik tersebut merupakan zona krusial yang kerap memicu kemacetan panjang akibat antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan tol.
Salah satu inovasi yang ditekankan Kapolda dalam mudik tahun ini adalah penggunaan sistem alat penghitung kendaraan digital. Teknologi ini memungkinkan petugas memantau volume kendaraan yang masuk ke rest area secara akurat dan real time.
“Dengan alat penghitung ini, kami bisa mengetahui kapasitas secara pasti. Jika sudah penuh, kami akan segera melakukan rekayasa dan pengalihan agar tidak terjadi antrean hingga ke badan jalan tol,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan, Rabu (25/2/2026).
Strategi lain yang akan diterapkan adalah pemberlakuan durasi waktu istirahat. Mengingat KM 57 merupakan rest area favorit pertama setelah pemudik melintasi Tol Layang MBZ, penumpukan kendaraan menjadi ancaman nyata bagi kelancaran arus menuju arah Timur.
Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pengaturan lokasi parkir secara ketat dan membatasi waktu singgah bagi setiap kendaraan agar terjadi pergantian (rotasi) pengunjung secara teratur.
“Kami akan melakukan pembatasan waktu parkir dan istirahat di rest area ini. Semua harus bergantian agar arus tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan yang mengunci jalur utama,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, jajaran Polda Jabar bersama PT Jasa Marga turut memetakan titik-titik bottleneck (penyempitan arus) serta mengevaluasi fasilitas umum dan penempatan posko pantau mudik. Tim urai kemacetan juga disiapkan untuk melakukan respons cepat jika terjadi kepadatan di pintu masuk rest area.
Langkah pengamanan berbasis teknologi dan manajemen durasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman. Kapolda Jabar berkomitmen untuk memastikan jalur utama Tol Jakarta-Cikampek tetap mengalir lancar selama periode puncak arus mudik 2026.











Discussion about this post