Polres Cianjur menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kesucian bulan Ramadan dengan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok remaja yang terindikasi akan melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam operasi cipta kondisi yang digelar Sabtu (28/2/2026) malam hingga Minggu dini hari, petugas kepolisian harus melakukan pengejaran intensif setelah sekelompok pemuda nekat melarikan diri saat hendak diamankan.
Aksi Kejar-kejaran: Polisi Tak Gentar Sisir Persawahan
Ketegasan personel Sat Samapta Polres Cianjur terlihat saat melakukan penggerebekan di wilayah Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah. Melihat kehadiran mobil patroli, belasan remaja panik dan berpencar ke arah kebun serta persawahan yang gelap.
Bahkan, salah satu pelaku nekat meninggalkan sepeda motornya dan melompati tembok setinggi dua meter demi menghindari petugas. Namun, kesigapan personel kepolisian membuahkan hasil dengan tertangkapnya seorang remaja yang bersembunyi di tengah sawah.
“Petugas kami di lapangan tidak tinggal diam dan terus melakukan pengejaran meski para pelaku nekat melompat tembok dan lari ke sawah. Satu orang berhasil kami amankan beserta barang bukti sarung yang ujungnya sudah diikat, siap untuk digunakan tawuran,” tegas Kasat Samapta Polres Cianjur, AKP Yudistira, Minggu (1/3/2026) dini hari.
Respons Cepat Laporan Masyarakat dan Patroli Siber
Selain penindakan di lapangan, Polres Cianjur juga mengedepankan fungsi intelijen dan pemantauan media sosial untuk mendeteksi rencana tawuran atau konvoi liar. Langkah ini terbukti efektif saat kepolisian berhasil mencegat konvoi 36 pemuda yang ugal-ugalan di sekitar Terminal Pasirhayam pada malam sebelumnya.
Dalam pemeriksaan teliti, polisi berhasil menyita barang-barang pemicu kegaduhan seperti petasan, mercon, hingga pistol mainan yang dibawa salah satu remaja. Seluruh pelaku langsung digelandang ke Mapolres Cianjur untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan intensif.
Instruksi Tegas Kapolres Cianjur
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa kepolisian telah menyiagakan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, untuk melakukan patroli malam secara masif.
“Kami instruksikan seluruh jajaran untuk patroli secara intensif. Tidak ada ruang bagi perang sarung, balapan liar, maupun konvoi motor yang meresahkan. Kami akan tindak setiap pelanggaran demi menjamin kenyamanan warga beribadah,” tegas AKBP Alexander Yurikho.
Selain tindakan represif, kepolisian juga mengedepankan sisi edukatif dengan menggandeng para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Kehadiran Polri di setiap sudut Kabupaten Cianjur pada jam-jam rawan menjadi garansi keamanan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.









Discussion about this post