No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Sering Muncul Lebam Misterius? Kenali 5 Alasan Medis di Balik Memar yang Datang Tiba-Tiba

Maret 3, 2026
in Berita, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read

Pernahkah Anda terbangun dengan bercak ungu atau kebiruan di kulit tanpa merasa pernah terbentur? Meskipun memar umumnya terjadi akibat trauma fisik, munculnya lebam secara mendadak sering kali menimbulkan tanda tanya. Menurut para ahli kesehatan di Nuvance Health, memar adalah hasil dari pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit yang kemudian terperangkap dan berubah warna seiring waktu, Selasa (3/3/2026).

Menariknya, lokasi memar tidak selalu menjadi titik utama benturan karena efek gravitasi dapat membuat darah berpindah ke area bawahnya. Berikut adalah lima alasan medis mengapa tubuh Anda lebih mudah memar tanpa cedera yang jelas:

1. Aktivitas Harian yang Berubah Tanpa Disadari

Sering kali, penyebabnya sesederhana perubahan rutinitas. Olahraga baru, memelihara hewan peliharaan yang aktif, atau sekadar bergerak lebih banyak dapat memicu benturan kecil yang tidak terasa sakit namun cukup untuk memecahkan pembuluh darah. Dokter spesialis onkologi, Sarah Young, menyebutkan bahwa beberapa orang memiliki kecenderungan genetik sehingga kulit mereka lebih sensitif terhadap tekanan sekecil apa pun.

2. Penuaan Kulit dan Kerapuhan Pembuluh Darah

Memasuki usia 40 tahun ke atas, lapisan kulit secara alami akan menipis dan kehilangan bantalan lemak pelindungnya. Dr. Kathleen Mueller menjelaskan bahwa kondisi ini membuat pembuluh darah lebih terekspos dan rentan pecah akibat trauma ringan yang di masa muda mungkin tidak akan meninggalkan bekas.

3. Efek Samping Penggunaan Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi mekanisme pembekuan darah atau ketebalan kulit, di antaranya:

  • Pengencer darah: Seperti warfarin atau aspirin.
  • Kortikosteroid: Penggunaan jangka panjang dapat menipiskan jaringan kulit.
  • Antidepresan: Golongan SSRI tertentu diketahui dapat memengaruhi fungsi trombosit.

4. Pola Makan dan Konsumsi Alkohol

Kekurangan nutrisi spesifik seperti Vitamin C dapat melemahkan kolagen yang berfungsi memperkuat dinding pembuluh darah. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi hati dan sumsum tulang, yang berakibat pada menurunnya produksi protein pembekuan darah dan trombosit.

5. Kondisi Medis yang Perlu Diwaspadai

Dalam kasus yang lebih jarang, memar bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan serius, seperti kelainan darah bawaan (Hemofilia atau Von Willebrand Disease), gangguan hati, hingga kanker darah seperti leukemia. Namun, kondisi ini biasanya diikuti oleh gejala sistemik lainnya.

Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter?

Meskipun sebagian besar memar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu, Dr. Sarah Young menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika memar disertai dengan:

  • Munculnya bintik merah kecil (petechiae) yang banyak.
  • Pendarahan yang sulit berhenti pada gusi atau mimisan yang lama.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Memar muncul di area yang tidak biasa seperti perut, dada, atau wajah tanpa alasan jelas.

Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memulihkan diri. Namun, memahami sinyal yang diberikan oleh kulit adalah langkah awal yang bijak dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

ShareTweetSend
Previous Post

Masterclass Bola Mati Arteta: Arsenal Perpanjang Dominasi Atas Chelsea di Emirates

Next Post

Gelar Eurasia International Lecture, Untag Surabaya Hadirkan 15 Akademisi Dunia Bahas Perdamaian Global

BeritaTerkait

Berita

Sinergi Tiga Pilar: Antisipasi Kejahatan Jalanan Menjelang Libur Sekolah, 350 Personel Gabungan Sisir Kota Bandung

Juni 13, 2026
Berita

HUT Bhayangkara ke-80 : Kapolres Cimahi Pimpin Penanaman 2.000 Pohon di Gunung Padakasih

Juni 13, 2026
Berita

Unit PPA Polres Karawang Ringkus Ayah Kandung Diduga Pelaku Kekerasan Seksual Balita di Telagasari

Juni 13, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

Sinergi Tiga Pilar: Antisipasi Kejahatan Jalanan Menjelang Libur Sekolah, 350 Personel Gabungan Sisir Kota Bandung

Juni 13, 2026

HUT Bhayangkara ke-80 : Kapolres Cimahi Pimpin Penanaman 2.000 Pohon di Gunung Padakasih

Juni 13, 2026

Unit PPA Polres Karawang Ringkus Ayah Kandung Diduga Pelaku Kekerasan Seksual Balita di Telagasari

Juni 13, 2026

Luruskan Isu Hoaks, Polisi Tegaskan Pria yang Kabur di Bukan Tahanan

Juni 13, 2026

Polres Sukabumi Kota Gandeng MOCI dan BUMI, Ajak Ribuan Warga Sukseskan Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-80

Juni 13, 2026

mens sana in corpore sano : Kapolda Jabar Ajak Personel Jaga Kebugaran Melalui Lari Bersama

Juni 13, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.