Menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, atau yang akrab disapa BGS, kembali berbagi tips kesehatan yang inovatif dan praktis untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman. Kali ini, BGS membagikan rahasia agar sahur bisa membuat perut kenyang lebih lama, hanya dengan mengonsumsi segelas susu.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi miliknya, BGS menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar tidak hanya sekadar menutup sahur dengan air putih, tetapi menambahkan satu jenis minuman yang memiliki manfaat luar biasa, yaitu susu. “Siapa yang ritual sahurnya cuma dengan minum air putih saja? Mulai besok coba ditambahkan satu jenis minuman wajib ini. Namanya susu,” tulisnya.
Dalam penjelasannya, BGS menekankan bahwa susu memiliki kandungan protein tinggi yang efektif dalam memperlambat proses pengosongan lambung. “Protein inilah jagoannya untuk menghambat waktu pengosongan lambung. Hasilnya, perut kalian akan merasa kenyang jauh lebih lama saat berpuasa di siang hari,” ujarnya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa menjalankan puasa dengan lebih nyaman tanpa cepat merasa lapar.
Namun, BGS juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih jenis susu yang dikonsumsi. “Pastikan kalian pilih susu putih 100% fresh milk dan cari yang plain alias tanpa tambahan rasa atau gula,” tegasnya. Sebab, susu yang mengandung tambahan rasa atau gula bisa mengurangi manfaat kesehatan dan justru menambah kalori yang tidak diperlukan saat sahur.
Selain itu, ia menambahkan bahwa konsumsi susu harus dilakukan secara bijak, terutama bagi mereka yang memiliki perut sensitif atau lactose intolerant. “Buat kalian yang punya perut sensitif atau lactose intolerant, minumlah secukupnya saja, jangan berlebihan,” pesan BGS. Ia menegaskan bahwa mengonsumsi susu secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan pencernaan bagi sebagian orang.
BGS juga menekankan pentingnya memperhatikan pola makan saat sahur. “Pada saat sahur, hindari makan karbohidrat yang terlalu tinggi. Perbanyaklah asupan protein agar tubuh mendapatkan energi yang cukup dan tahan lebih lama,” katanya. Ia menyarankan agar masyarakat mengatur porsi makan dan memilih sumber protein yang sehat dan alami untuk mendukung stamina selama berpuasa.
Di akhir pesannya, Menteri Kesehatan ini berharap nasihatnya dapat diingat dan dipraktikkan oleh masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. “Dengan pola makan yang tepat dan asupan yang cukup, insya Allah kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan sehat,” tutupnya.
Ramadan tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperhatikan kesehatan tubuh. Tips sederhana dari BGS ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani hari-hari puasa yang penuh berkah dengan perut kenyang lebih lama dan energi yang tetap terjaga hingga waktu berbuka.











Discussion about this post