Kepolisian Resor (Polres) Garut memantau adanya peningkatan volume kendaraan yang cukup tajam melintasi wilayah hukumnya pada Selasa (17/3/2026). Guna menjamin kelancaran perjalanan para pejuang rindu, Satlantas Polres Garut secara sigap menerapkan diskresi kepolisian berupa sistem satu arah (one way) sebanyak enam kali dalam kurun waktu pagi hingga siang hari.
Langkah situasional ini difokuskan pada titik-titik krusial di jalur utama yang menghubungkan Bandung menuju Tasikmalaya, mulai dari kawasan Limbangan hingga Malangbong. Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa rekayasa ini dilakukan secara tentatif mengikuti dinamika kepadatan kendaraan di lapangan demi menarik arus agar tidak terjadi penumpukan yang berkepanjangan.
Rincian Gelombang One Way di Jalur Utama
Aksi “jemput bola” arus lalu lintas ini dimulai sejak pagi hari dengan pembagian durasi yang terukur. Berikut adalah rincian rekayasa yang dilakukan:
- Pukul 08.25 WIB: One way pertama di Limbangan selama 20 menit dengan titik pending di Polsek Limbangan.
- Pukul 08.50 WIB: Dilanjutkan di Jalur Lewo selama 10 menit dengan titik pending di SPBU Bandrek.
- Pukul 09.25 WIB: Gelombang ketiga kembali dilakukan di Jalur Lewo selama 15 menit.
- Pukul 10.25 WIB: Penarikan arus kembali di Limbangan selama 20 menit karena volume kendaraan dari arah barat terus mengalir deras.
- Pukul 10.45 WIB: Pengalihan fokus ke Jalur Malangbong selama 15 menit dengan titik pending di area Puskesmas.
- Pukul 10.55 WIB: Rekayasa keenam ditutup di Jalur Lewo selama 15 menit dengan titik pending kembali di SPBU Bandrek.
Imbauan Keselamatan Bagi Pemudik
Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, Polres Garut tidak henti-hentinya memberikan pesan menyejukkan bagi masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan di atas kecepatan. Sistem buka-tutup dan one way ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 agar perjalanan mudik tetap nyaman.
“Seluruh rangkaian rekayasa ini bersifat situasional. Kami mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, dan yang terpenting adalah mematuhi instruksi petugas di titik-titik pending. Kesabaran Anda adalah kunci keselamatan bersama,” ujar AKP Luky Martono.
Hingga sore hari, petugas dilaporkan masih terus bersiaga di setiap persimpangan dan jalur rawan macet. Dengan kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan arus mudik yang melintasi Kabupaten Garut dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali hingga para pemudik tiba di pelukan keluarga tercinta.











Discussion about this post