Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Imran Pambudi, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental selama momen kumpul keluarga saat Lebaran.
“Mudik bukan sekadar perpindahan fisik, ini adalah transisi sosial dan emosional yang intensif dan pengalaman yang kaya secara emosional dan budaya yang memiliki dampak besar pada kesehatan jiwa individu. Mudik idealnya memperkaya, bukan menguras,” ujarnya di Jakarta pada 18 Maret 2026.
Imran menyarankan beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental saat kumpul keluarga, termasuk menetapkan batasan seperti durasi kunjungan, mengingatkan keluarga tentang pentingnya waktu istirahat, serta merencanakan aktivitas yang lebih bermakna. Ia juga menjelaskan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada anak untuk menjaga kualitas interaksi keluarga.
“Perhatian khusus pada anak juga penting. Menetapkan aturan layar sebelum berangkat, menyiapkan aktivitas offline, dan mengunduh konten edukatif untuk perjalanan membuat suasana lebih tenang dan interaksi keluarga lebih berkualitas,” ucapnya.
Bagi yang mengalami kecemasan, Imran merekomendasikan teknik pernapasan singkat atau latihan grounding sebagai cara cepat menenangkan diri.
Mudik dapat memunculkan berbagai perasaan, mulai dari kerinduan dan harapan akan kebersamaan, hingga kecemasan terkait dinamika keluarga yang mungkin menegangkan.
“Begitu tiba di kampung halaman, reuni yang seharusnya menyenangkan kadang membuka kembali luka lama atau menimbulkan tekanan karena ekspektasi keluarga,” imbuhnya.
Perubahan suasana dan jeda dari rutinitas kerja seharusnya memberikan ruang istirahat bagi mental. Tidur yang lebih berkualitas, makan bersama, serta aktivitas sederhana di kampung halaman dapat memperbaiki ritme hidup sekaligus meredakan ketegangan.











Discussion about this post