Kabar duka menyelimuti warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menyusul laporan meninggalnya empat orang warga secara beruntun dalam sepekan terakhir. Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini segera direspons oleh jajaran Polres Cianjur guna memastikan penyebab pasti kematian para korban yang diduga kuat berkaitan dengan konsumsi minuman keras (miras) oplosan. Hingga Jumat (27/3/2026), satu orang rekan korban dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang.
Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, membenarkan adanya kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Berdasarkan data kepolisian, empat korban meninggal dunia yakni Fa (23), MR (22), L, dan Do. Para korban menunjukkan gejala medis serupa berupa nyeri perut hebat disertai muntah-muntah sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di waktu yang berbeda-beda antara tanggal 25 hingga 26 Maret 2026.
“Kami telah melakukan penelusuran di Kecamatan Mande dan menemukan fakta bahwa empat warga meninggal dunia, sementara satu lainnya berinisial NH masih kritis di rumah sakit. Gejala yang dialami rata-rata serupa, namun waktu kejadian mulai dari merasakan sakit hingga meninggal dunia memang tidak bersamaan,” ujar Kasat Narkoba Polres Cianjur
Pihak kepolisian menghadapi tantangan dalam penyelidikan awal karena minimnya informasi mengenai jenis minuman yang dikonsumsi, serta waktu dan lokasi pasti saat para korban melakukan aktivitas tersebut.
Pihak keluarga menyatakan bahwa para korban tidak sempat menjelaskan penyebab sakit mereka sebelum kondisi fisik menurun drastis. Saat ini, NH yang merupakan saksi kunci sekaligus korban selamat belum dapat dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya yang belum stabil.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara mendalam dan komprehensif. Kepolisian tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian semata-mata karena miras oplosan tanpa bukti ilmiah yang kuat.
“Penyelidikan masih berjalan untuk menentukan apakah ini murni dampak konsumsi alkohol, faktor penyakit bawaan seperti lambung, atau sebab lain. Kami mengedepankan pembuktian berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan medis,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan lanjutan masih terus dilakukan terhadap korban selamat.
Meskipun pemeriksaan awal belum menunjukkan indikasi kuat keracunan alkohol murni, tim medis sedang mendalami apakah konsumsi alkohol tersebut memicu komplikasi penyakit tertentu pada tubuh korban.
Polres Cianjur berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas guna memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.











Discussion about this post