Tren mengonsumsi air lemon hangat sebagai metode diet semakin populer di kalangan anak muda. Namun, di balik tren ini, tersimpan risiko medis yang seringkali belum dipahami sepenuhnya. Banyak anak muda yang menganggap air lemon sebagai solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, padahal konsumsi rutin tanpa diimbangi pengaturan pola makan yang tepat justru berpotensi memicu gangguan lambung serius dan tidak memberikan dampak signifikan pada penurunan berat badan.
Dokter sekaligus praktisi kesehatan, dr. Rahmi Sibagariang, menjelaskan bahwa air lemon memiliki sifat asam yang tinggi. Konsumsi berlebihan dan terus-menerus dapat memicu iritasi pada dinding lambung. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit maag atau sensitivitas lambung tinggi. Iritasi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati hingga muntah.
“Banyak orang yang terjebak pada mitos bahwa lemon bisa melunturkan lemak begitu saja. Padahal, jika pola makan tetap tinggi karbohidrat dan lemak, berat badan justru akan tetap stabil atau bahkan meningkat,” ujar dr. Rahmi melalui sambungan telepon pada Program SPADA pada Minggu, 29 Maret 2026. Ia menambahkan, “Selain itu, penambahan gula pada air lemon justru menambah asupan kalori yang kontraproduktif terhadap target diet.”
Lebih lanjut, dr. Rahmi memperingatkan bahwa penambahan gula pada air lemon akan meningkatkan asupan kalori harian. Hal ini menjadi langkah yang sangat kontraproduktif terhadap tujuan diet. Alih-alih membakar lemak, tubuh justru mendapatkan asupan energi berlebih dari pemanis tambahan tersebut.
Dalam pemaparannya, dr. Rahmi menegaskan bahwa kunci utama penurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan tetap bertumpu pada konsep defisit kalori yang sehat. Ia menyarankan masyarakat untuk segera mengalihkan fokus dari metode diet instan menuju perubahan perilaku hidup sehat yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Langkah paling efektif yang disarankan oleh dr. Rahmi adalah memperbanyak konsumsi air putih, membatasi asupan gula dan makanan berminyak seperti gorengan. Peningkatan porsi sayur dan buah dalam menu harian, serta olahraga ringan secara rutin, tetap menjadi instrumen paling penting untuk membakar kalori dengan cara yang benar dan sehat.
Ia juga menekankan bahwa air lemon sebaiknya diposisikan hanya sebagai minuman pelengkap, bukan sebagai komponen utama dalam manajemen berat badan. Bagi individu yang ingin menempuh program diet, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Konsultasi ini penting agar program diet yang dijalankan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu dan meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.











Discussion about this post