Tim nasional Italia berada di ambang sejarah penting saat bersiap menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam laga final playoff Kualifikasi Piala Dunia UEFA 2026. Pertandingan ini menjadi penentu nasib Gli Azzurri untuk mengamankan satu tiket menuju putaran final ajang sepak bola bergengsi empat tahunan tersebut.
Bagi Italia, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan misi penebusan dosa setelah absen dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut (2018 dan 2022). Meski menyandang status pemilik empat gelar juara dunia dan kampiun Euro 2021, tekanan besar kini berada di pundak pasukan asuhan Gennaro Gattuso.
Kebangkitan di Bawah Arahan Gattuso
Perjalanan Italia menuju final playoff terbilang impresif. Di babak semifinal, mereka berhasil menumbangkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 melalui gol Sandro Tonali dan Moise Kean. Kean bahkan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama sejak Salvatore Schillaci yang sukses mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun untuk timnas.
Pelatih Gennaro Gattuso, yang mengambil alih kursi kepelatihan dari Luciano Spalletti pada September lalu, optimistis menghadapi momen krusial ini.
“Siapa pun yang berada di dunia sepak bola hidup untuk momen seperti ini. Rasa tegang adalah bagian tak terpisahkan dari profesi ini,” ujar sosok yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia sebagai pemain tersebut.
Gattuso menekankan bahwa meski permainan timnya tidak selalu terlihat indah, mentalitas dan semangat juang “khas Italia” akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan di lapangan.
Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina datang dengan motivasi tinggi untuk kembali ke panggung dunia sejak terakhir kali berpartisipasi pada 2014. Tim asuhan mereka melaju ke final setelah kemenangan dramatis lewat adu penalti melawan Wales di semifinal.
Striker veteran berusia 40 tahun, Edin Džeko, tetap menjadi ancaman utama. Džeko menegaskan bahwa timnya tidak gentar meskipun terpaut 58 peringkat di bawah Italia dalam ranking FIFA. Ia menilai tekanan justru ada pada pihak lawan sebagai tim besar.
Italia dipastikan tampil tanpa kapten Giovanni Di Lorenzo dan penyerang Liverpool, Federico Chiesa. Namun, kabar baik datang dari lini belakang dengan pulihnya Alessandro Bastoni, Gianluca Mancini, dan Riccardo Calafiori. Sementara itu, Gianluca Scamacca masih diragukan tampil akibat masalah otot adduktor.
Bosnia juga kehilangan beberapa pilar, termasuk Dennis Hadzikadunic dan sejumlah pemain asal klub Sturm Graz. Secara statistik, Italia masih mendominasi dengan mengantongi empat kemenangan dari enam pertemuan terakhir kedua tim.
Pertandingan penentuan ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 19:45 GMT. Jutaan pasang mata akan menantikan apakah Italia mampu mengakhiri kutukan absen mereka, ataukah Bosnia yang akan menciptakan kejutan besar di Zenica.











Discussion about this post