Kepolisian Resor (Polres) Bogor mencatatkan capaian menggembirakan dalam menjaga kondusivitas wilayah selama masa mudik dan balik Lebaran 1447 H. Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pihak kepolisian berhasil menekan angka kriminalitas secara signifikan berkat penguatan pengamanan dan pemetaan titik rawan yang lebih akurat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menegaskan bahwa penurunan angka kejahatan tahun ini merupakan buah dari efektivitas skema pengamanan yang diterapkan jajarannya di lapangan. Berdasarkan data evaluasi resmi, total tindak pidana di wilayah hukum Polres Bogor mengalami penurunan sebesar 13 persen. Dari 90 kejadian yang tercatat pada tahun 2025, angka tersebut menyusut menjadi 78 kasus pada periode operasional tahun 2026 ini.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah antisipasi yang kami lakukan berjalan lebih efektif dalam menjaga keamanan masyarakat. Penurunan juga terlihat jelas pada kategori kejahatan konvensional yang sebelumnya mencapai 87 kasus pada 2025, kini berkurang menjadi 71 kasus,” ujar Kapolres
Salah satu keberhasilan paling menonjol dari operasi kepolisian tahun ini adalah menekan angka pencurian rumah kosong dan area publik. Kapolres menjelaskan bahwa kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) mengalami penurunan drastis, yakni dari 16 kasus pada tahun lalu menjadi hanya 9 kasus di tahun ini. Hal ini tidak lepas dari intensitas patroli yang ditingkatkan di pemukiman-pemukiman yang ditinggalkan warga untuk mudik.
Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan perhatian ekstra terhadap kejahatan kategori C3—yang mencakup pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya di Kabupaten Bogor, kategori kejahatan ini menunjukkan tren penurunan yang sangat tajam.
Keberhasilan Polres Bogor dalam menekan angka kriminalitas ini didorong oleh pengerahan personel secara masif di pos-pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan) yang tersebar di sepanjang jalur utama maupun jalur alternatif. Sinergi antara patroli dialogis dan respon cepat terhadap laporan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang menunjukkan tren positif ini, Polres Bogor berkomitmen untuk terus mempertahankan pola pengamanan serupa. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh warga di wilayah Kabupaten Bogor.











Discussion about this post