SOREANG – Gelombang semangat pemuda-pemudi di Kabupaten Bandung untuk berseragam cokelat menunjukkan tren yang luar biasa pada tahun anggaran 2026. Sebanyak 604 Calon Siswa (Casis) telah resmi terverifikasi dan kini mengantongi nomor ujian untuk memperebutkan kursi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui jalur seleksi Polresta Bandung.
Ratusan tunas muda ini mengawali perjuangan mereka dengan mengikuti apel pagi di Mapolresta Bandung, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan awal sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini sebelum memasuki rangkaian tes yang menguras fisik dan mental.
Dominasi Jalur Bintara dan Antusiasme Tinggi ke Akpol
Data dari Panitia Bantuan Penerimaan (Pabanrim) Polresta Bandung mencerminkan keberagaman minat para pendaftar. Jalur Bintara PTU SPKT menjadi primadona dengan jumlah pendaftar mencapai 479 orang (395 pria dan 84 wanita).
Tak kalah prestisius, jalur pendaftaran Akademi Kepolisian (Akpol) diikuti oleh 44 putra-putri terbaik daerah. Berikut rincian animo pendaftar di Polresta Bandung:
- Akpol: 44 Peserta
- Bintara PTU SPKT: 479 Peserta
- Bintara Intelijen: 50 Peserta
- Tamtama: 22 Peserta
- Bakomsus & Polair: 9 Peserta
Kapolresta Bandung: Lulus Murni Hasil Kerja Keras, Bukan “Orang Dalam”
Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan komitmennya dalam menjalankan seleksi yang bersih. Ia memberikan peringatan keras kepada para peserta dan orang tua agar tidak tergiur oleh janji manis pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Kombes Pol. Aldi menekankan bahwa rekrutmen Polri tahun ini memegang teguh prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan dalam rekrutmen Polri. Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan cara instan atau melalui perantara, itu adalah penipuan,” tegas Kombes Pol. Aldi Subartono di hadapan ratusan Casis.
Ia menambahkan bahwa menjadi anggota Polri menuntut kesiapan mental dan fisik yang prima. Keberhasilan seorang Casis adalah hasil dari latihan konsisten, persiapan matang, dan doa, bukan melalui koneksi atau kekuatan materi.
Pengawasan Ketat dan Tahapan Seleksi Transparan
Polresta Bandung telah menyiagakan tim pengawas, baik dari internal maupun eksternal, untuk menutup rapat celah kecurangan. Langkah ini diambil untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang ekonomi, sehingga hanya mereka yang benar-benar berkualitaslah yang terpilih.
Setelah tahap pembinaan ini, para Casis akan menghadapi ujian yang sistematis, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, hingga akademik. Melalui proses yang ketat dan objektif ini, diharapkan lahir personel Polri masa depan yang berintegritas dan siap menjadi pelayan masyarakat yang profesional di wilayah Kabupaten Bandung.











Discussion about this post