No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Kemenkes Keluarkan Surat Edaran untuk Fasilitas Kesehatan Pasca Dokter Muda Meninggal

April 7, 2026
in Berita
Reading Time: 1 min read

Lonjakan kasus campak yang mengkhawatirkan, diperparah dengan meninggalnya seorang dokter muda berinisial AMW, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026. Surat edaran ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan penyebaran campak di fasilitas pelayanan kesehatan.

Plt Direktur Jenderal Penyakit Menular, Andi Saguni, menyoroti risiko tinggi yang dihadapi tenaga medis akibat peningkatan kasus dan tingginya angka perawatan di rumah sakit. “Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Fasilitas kesehatan diminta memperketat langkah pencegahan, mulai dari deteksi dini, pengendalian infeksi, skrining pasien saat kedatangan, penyediaan ruang isolasi, hingga kesiapan alat pelindung diri (APD). Penguatan sistem pelaporan dugaan kasus campak dalam waktu singkat juga menjadi fokus.

Meskipun program imunisasi tambahan telah dijalankan untuk anak-anak, Kemenkes mengingatkan bahwa campak juga dapat menyerang orang dewasa dengan risiko komplikasi serius, bahkan fatal, terutama bagi mereka yang belum pernah divaksinasi atau terinfeksi. “Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak,” bunyi keterangan resmi Kemenkes.

Campak, yang disebabkan oleh virus yang mudah menular melalui droplet, dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga, hingga radang otak. Gejala awal meliputi demam tinggi, batuk, pilek, diikuti ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Sesak napas merupakan tanda perlunya penanganan medis segera.

Kasus meninggalnya dokter di Cianjur menjadi peringatan nyata akan pentingnya kewaspadaan terhadap campak bagi semua kalangan, tanpa memandang usia atau profesi.

ShareTweetSend
Previous Post

Brimob Polda Jabar Gelar Patroli Malam Intensif di Cirebon Kota, Jaga Keamanan dan Berikan Rasa Aman

Next Post

Tuberkulosis Masih Jadi Tantangan Besar di Indonesia, Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektoral Diperlukan

BeritaTerkait

Berita

KLARIFIKASI HOAX – Fabricated Content [Penipuan] Dedi Mulyadi Buka Program Beasiswa Garuda Untuk Warga Jabar

Mei 2, 2026
Berita

Pertamina Fastron Unjuk Gigi di GT World Challenge Asia Mandalika, Dukung Sean Gelael dan Riset Teknologi Global

Mei 2, 2026
Berita

Polisi Evakuasi Jenazah Pria dari Dasar Selokan, Identitas Korban Berhasil Dipastikan

Mei 2, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

KLARIFIKASI HOAX – Fabricated Content [Penipuan] Dedi Mulyadi Buka Program Beasiswa Garuda Untuk Warga Jabar

Mei 2, 2026

Pertamina Fastron Unjuk Gigi di GT World Challenge Asia Mandalika, Dukung Sean Gelael dan Riset Teknologi Global

Mei 2, 2026

Polisi Evakuasi Jenazah Pria dari Dasar Selokan, Identitas Korban Berhasil Dipastikan

Mei 2, 2026

Jaga Kondusivitas Malam, Patroli Sat Samapta Polres Garut Amankan Pemuda yang Pesta Miras

Mei 2, 2026

Polisi Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Jurang Cadas Pangeran, Berikut Ciri-cirinya

Mei 2, 2026

Kawal Ibadah Jemaah, Polres Ciamis Amankan Pemberangkatan 439 Calon Haji Kloter 15

Mei 2, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.