BANDUNG – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung resmi melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden mengejutkan yang menimpa seorang bayi di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa yang nyaris berakhir dengan hilangnya nyawa atau penculikan tersebut kini menjadi atensi khusus kepolisian guna memastikan keamanan fasilitas kesehatan di Kota Kembang.
Langkah ini diambil setelah seorang ibu bernama Nina Saleha melaporkan bahwa bayinya nyaris dibawa pulang oleh orang tak dikenal akibat dugaan kecerobohan oknum perawat di rumah sakit tersebut.
Polisi Dalami Unsur Pidana dan Kronologi Utuh
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap insiden yang memicu kekhawatiran publik ini. Tim penyidik akan menyisir setiap fakta lapangan untuk melihat apakah ada unsur percobaan penculikan atau murni kelalaian operasional.
“Kita akan mendalami hal tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan secara utuh kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini,” tegas AKBP Anton kepada media, Jumat (10/4/2026).
Peristiwa bermula pada Rabu (8/4/2026), saat Nina Saleha tengah mendampingi bayinya yang dirawat karena penyakit kuning. Saat Nina meninggalkan ruangan sejenak untuk makan, firasat buruk membawanya kembali ke ruang perawatan lebih cepat.
Alangkah terkejutnya Nina saat mendapati bayinya sudah berada di pelukan seorang perempuan tak dikenal yang mengaku hendak pulang. Parahnya, gelang identitas sang bayi dilaporkan sudah tidak ada karena diduga telah digunting oleh oknum perawat.
“Saya tanya, ‘ini anak saya. Saya yang memandikan, saya yang tahu bajunya.’ Bagaimana bisa perawat memberikan bayi saya begitu saja hanya karena saya tidak ada di tempat saat dipanggil?” ungkap Nina dengan nada getir.
Manajemen RSHS Minta Maaf, Kemenkes Sebut “Khilaf”
Insiden ini memancing reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik Dedi Mulyadi (KDM) yang menyoroti kecerobohan tenaga medis. KDM mendesak manajemen RSHS memberikan sanksi tegas serta memberikan bantuan finansial sebesar Rp10 juta untuk pemulihan kesehatan Nina dan bayinya.
Di sisi lain, manajemen RSHS telah melayangkan permohonan maaf secara resmi dan berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan pasien. Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kasusnya aman dan bayinya sudah kembali ke orang tuanya. Ini murni kekhilafan,” ujar Dante di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Komitmen Polri Menjamin Keamanan Pasien
Meski disebut telah berakhir damai secara kekeluargaan, Polrestabes Bandung tetap menjalankan fungsi pengawasan dan penyelidikan sesuai prosedur. Kepolisian ingin memastikan bahwa “kekhilafan” serupa tidak terulang kembali dan hak-hak keamanan pasien di rumah sakit tetap terlindungi.
Polisi mengimbau pihak rumah sakit untuk memperketat protokol penyerahan bayi kepada orang tua guna mencegah potensi tindak kriminal penculikan anak di masa depan.











Discussion about this post