BANDUNG – Menjelang duel panas pekan ke-27 Super League 2025/2026 antara Persib Bandung menjamu Bali United, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung memastikan kesiapan pengamanan tingkat tinggi. Pertandingan yang diprediksi bakal menyedot antusiasme tinggi ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12/4/2026) malam.
Polrestabes Bandung tidak ingin kecolongan dalam menjaga kondusivitas kota. Sebanyak 2.106 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan laga berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi para pecinta sepak bola.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah mematangkan strategi melalui rapat koordinasi bersama Panitia Pelaksana (Panpel) dan perwakilan Bobotoh. Polisi akan menerapkan pola pengamanan ketat yang terbagi dalam empat zona atau ring penyekatan.
Fokus utama petugas adalah melakukan penyaringan (screening) ketat untuk mencegah masuknya suporter tanpa tiket serta barang-barang terlarang ke dalam area stadion.
“Penyekatan di Zona 4 mencakup titik-titik krusial seperti Cimincrang, Babakan Sayang, hingga akses ‘jalur tikus’ dari area kebun dan sawah. Hanya mereka yang menggunakan tiket gelang resmi yang diperbolehkan mendekat ke stadion,” tegas AKBP Asep Saepudin, Jumat (10/4/2026).
Personel di lapangan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tas dan barang bawaan suporter. Polrestabes Bandung menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang kedapatan membawa minuman keras, obat-obatan terlarang, kembang api (flare), hingga senjata tajam.
Langkah ini diambil demi menjaga marwah pertandingan dan keselamatan para penonton di dalam tribun. Selain itu, sesuai regulasi PSSI, pihak kepolisian kembali mengingatkan bahwa suporter tim tamu (Bali United) dilarang hadir di Stadion GBLA.
Larangan Konvoi dan Pengamanan Pusat Kota
Tidak hanya fokus di area stadion, Polrestabes Bandung bersama jajaran Polsek juga menyiagakan personel di pusat-pusat kota Bandung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya euforia berlebihan atau konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi mengganggu ketertiban umum pasca-pertandingan.
“Kami mengimbau kepada Bobotoh yang tidak memiliki tiket untuk menonton melalui acara nonton bareng (nobar) di kafe atau rumah masing-masing. Kami juga melarang keras adanya konvoi keliling kota baik sebelum maupun sesudah laga,” tambah Asep.
Melalui pengamanan maksimal dan profesional ini, Polrestabes Bandung berharap laga besar ini menjadi momentum pesta sepak bola yang damai dan menjunjung tinggi fair play. Kehadiran Polri di lapangan adalah jaminan rasa aman bagi masyarakat Bandung di tengah gempita kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.











Discussion about this post