Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan brutal yang menimpa dua orang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cianjur. Peristiwa yang terekam dalam video viral di media sosial ini menunjukkan sejumlah remaja melakukan penganiayaan terhadap korban hingga menyebabkan luka memar di sekujur tubuh dan keluhan pusing.
Kasat Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Saat ini, tim Satreskrim sedang fokus pada identifikasi para pelaku sebelum tindakan penangkapan dilakukan.
“Korban sudah membuat laporan resmi terkait penganiayaan yang dilakukan sejumlah remaja terhadap dirinya. Korban mengalami luka memar dan mengeluhkan pusing setelah mendapat perlakuan tersebut,” ujar AKP Fajri Amelia Putra di Cianjur, Jumat.
Pihaknya memastikan bahwa penanganan kasus ini akan segera dituntaskan. Pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh para pelaku, yang sebagian besar merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kejadian ini juga disaksikan oleh sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) yang baru saja pulang sekolah.
“Setelah identifikasi dilakukan, kami segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku guna mengungkap motif penganiayaan yang dilakukan,” tegas AKP Fajri Amelia Putra.
Menurut keterangan dari orang tua korban, Erni Yuniarsi (35), sebelum kejadian penganiayaan terjadi, korban berinisial MR dan AS menerima telepon dari seorang teman yang meminta mereka datang ke belakang sebuah klinik di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, untuk menjemput saudara temannya.
Namun, setibanya di lokasi, kedua korban mendapati teman dan saudaranya sudah dikerumuni oleh para pelaku. Tanpa basa-basi, kedua korban yang baru saja tiba langsung ditantang untuk berkelahi oleh para pelaku. Meskipun korban menolak ajakan tersebut, mereka langsung dikeroyok dan menerima pukulan bertubi-tubi di bagian kepala serta tubuh lainnya.
“Anak saya datang dengan niat menjemput saudaranya, namun sesampainya di lokasi ditantang berkelahi. Dia menolak, namun malah diserang dan mendapat berbagai pukulan di sekujur tubuhnya, termasuk di bagian kepala,” tutur Erni Yuniarsi dengan nada prihatin.
Setelah mengalami penganiayaan tersebut, para korban yang sebagian besar merupakan siswa SMA, segera pulang ke rumah masing-masing dan melaporkan kejadian yang menimpa mereka kepada orang tua. Laporan resmi ke Polres Cianjur pun segera dilanjutkan.
“Kami minta pelaku diproses hukum karena anak saya sampai sekarang mengeluh pusing setelah kepala belakangnya dipukul para pelaku,” pinta Erni Yuniarsi, menunjukkan keprihatinan mendalam atas kondisi anaknya.
Video penganiayaan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan adegan para pelaku mencekik dan memukul korban. Kejadian ini disaksikan langsung oleh siswa-siswa SD yang baru saja bubar sekolah, menambah keprihatinan atas dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari perundungan di kalangan remaja. Polres Cianjur berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi para korban.











Discussion about this post