No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Kasus Dugaan Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Lapor Polisi dan Tuntut Transparansi

April 17, 2026
in Berita
Reading Time: 2 mins read

Kasus dugaan bayi tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memasuki babak baru dengan adanya laporan resmi ke Polda Jawa Barat. Nina Saleha (27), ibu dari bayi laki-laki yang diduga tertukar, melaporkan oknum perawat berinisial N ke pihak kepolisian pada Jumat (17/4/2026). Langkah hukum ini diambil setelah keluarga merasa tanggapan manajemen RSHS Bandung tidak sesuai dengan fakta yang mereka alami.

Nina Saleha, didampingi kuasa hukumnya Mira Widyawati, mendatangi Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Dit PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polda Jabar. Laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR. Mira Widyawati menjelaskan bahwa laporan ini dipicu oleh pernyataan pihak RSHS yang dianggap bertolak belakang dengan pengalaman kliennya. Sebelumnya, keluarga telah melayangkan somasi, namun respons yang diberikan dinilai tidak memuaskan.

“Sebenarnya kami menunggu panggilan mereka (RSHS) untuk duduk bareng tapi enggak. Justru mereka membuat pernyataan yang berbeda dengan apa yang dialami Nina. Jadi, klien kami berniat melaporkan perawat N tersebut,” ujar Mira di Mapolda Jabar, Jumat. Berdasarkan rekomendasi kepolisian, kasus ini dilaporkan menggunakan pasal 450 dan 452 KUHP terkait tindak pidana penculikan. Pihak keluarga juga mendesak agar seluruh bukti, termasuk rekaman CCTV, dibuka secara transparan untuk mengetahui kebenaran kejadian secara utuh.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Bayi Nina yang sedang menjalani perawatan penyakit kuning dinyatakan sudah boleh pulang. Namun, saat Nina kembali dari mencari makan, ia mendapati bayinya tidak ada di inkubator dan sedang digendong oleh seorang perempuan yang tidak dikenalnya. Nina mengaku sempat mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari oknum petugas keamanan saat meminta bantuan. “Saya diminta kasih rating, saya kasih empat, lalu satpamnya malah pinjam ponsel saya dan diubah jadi bintang lima dengan kata-kata yang bagus,” ungkap Nina.

Bahkan, saat dirinya panik dan berteriak meminta pertolongan, petugas medis justru memintanya untuk tenang. “Saya teriak sambil menangis, tetapi saya malah disuruh diam jangan teriak oleh perawatnya,” ucap Nina. Hingga saat ini, Nina bersikeras agar motif di balik kejadian ini diusut tuntas. “Saya ingin orang-orang yang sempat saya sampaikan, seperti suster, satpam, coba hadirkan dan perlihatkan itu CCTV biar tahu kebenarannya,” tuturnya.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung melalui AKBP Anton menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan fakta di lapangan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau sekadar kesalahan administrasi (SOP). “Mohon waktu, tim kami masih dalam tahap penyelidikan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan nanti pun dari hasil penyelidikan ini akan kami sampaikan,” kata Anton.

Di sisi lain, Direktur Utama RSHS, Rahim Finata Marsidi, menyampaikan permohonan maaf dan mengklaim insiden tersebut murni karena kelalaian petugas yang tengah menangani banyak pasien di unit intensif. “Iya, tidak ada unsur kriminal, perawatnya lagi banyak pasien di intensive care,” sebut Rahim.

Meskipun demikian, pihak keluarga tetap menuntut langkah investigatif yang lebih dalam. Mereka mendesak dilakukannya pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas bayi secara pasti dan pembentukan tim independen guna mengusut tuntas kasus yang telah menyita perhatian publik ini.

ShareTweetSend
Previous Post

Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Sukabumi Kota Akibat Proyek Peningkatan Jalan

Next Post

Brimob Polda Jabar Gelar “Jumat Berkah”, Bagikan Makanan dan Pererat Hubungan dengan Masyarakat

BeritaTerkait

Berita

Menteri Luar Negeri RI Dorong Percepatan Implementasi TAC di Pertemuan AMM Cebu

Mei 7, 2026
Berita

Angka Stunting Garut Tembus Target Nasional Lebih Awal, Dinkes Siapkan Empat Langkah Strategis

Mei 7, 2026
Berita

Ribuan Bobotoh Padati GBLA Usai Latihan, Marc Klok: Momen Paling Keren Selama Lima Tahun di Persib

Mei 7, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

Menteri Luar Negeri RI Dorong Percepatan Implementasi TAC di Pertemuan AMM Cebu

Mei 7, 2026

Angka Stunting Garut Tembus Target Nasional Lebih Awal, Dinkes Siapkan Empat Langkah Strategis

Mei 7, 2026

Ribuan Bobotoh Padati GBLA Usai Latihan, Marc Klok: Momen Paling Keren Selama Lima Tahun di Persib

Mei 7, 2026

Satres Narkoba Polresta Cirebon Bongkar Jaringan Obat Keras Ilegal di Tiga Lokasi, 480 Butir Tramadol Diamankan

Mei 7, 2026

Polres Karawang Ungkap Penyelundupan Solar Subsidi Saat Penertiban Parkir Liar, Dua Orang Jadi Tersangka

Mei 7, 2026

Sat Resnarkoba Polres Majalengka Edukasi Pelajar SMKN 1, Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini

Mei 7, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.