Respons cepat Polres Cirebon Kota dalam menangani bencana banjir akibat meluapnya Sungai Condong di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, pada Minggu (14/12) pagi, diwarnai aksi kemanusiaan yang menyentuh hati.
Di tengah genangan air setinggi 50 hingga 70 sentimeter, petugas gabungan tidak hanya memantau debit air, tetapi juga berjibaku mengevakuasi seorang warga yang sedang sakit parah dan terjebak di rumahnya.
Warga yang dievakuasi tersebut adalah Sukenah (51), seorang ibu warga Blok Parit Selatan RT 11 RW 04, yang diketahui menderita penyakit tumor di bagian leher. Kondisi banjir yang cukup tinggi membuat akses keluar rumah menjadi lumpuh, sehingga membahayakan kondisinya yang membutuhkan penanganan medis.
Melihat kondisi darurat tersebut, personel gabungan yang terdiri dari Polsek Gunung Jati, Satpolairud, Sat Samapta, dan Piket SAR Brimob langsung bertindak.
“Kami mengerahkan personel untuk memastikan keselamatan warga, termasuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ungkap Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar melalui Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto.
Proses evakuasi berlangsung dramatis namun lancar. Petugas menggunakan perahu kano milik Sat Samapta untuk membawa Sukenah menembus genangan banjir. Sesampainya di lokasi aman, ia langsung dipindahkan ke mobil patroli Polsek Gunung Jati dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Kasih untuk segera mendapatkan perawatan intensif.
Banjir yang melanda wilayah RT 08 hingga RT 14 Desa Astana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Condong meluap. Kapolsek Gunung Jati, AKP Muchammad Qomaruddin, bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan berkala di lokasi.
Polres Cirebon Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak lanjutan dari genangan air,” tambah AKP M. Aris Hermanto.
Langkah evakuasi ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang mengedepankan sisi humanis dan kecepatan bertindak demi keselamatan nyawa warga di tengah bencana.










