Polrestabes Bandung meningkatkan pengawasan dan patroli keamanan secara masif sebagai respons tegas terhadap aksi brutal geng motor yang kerap meresahkan warga. Peningkatan patroli ini difokuskan untuk mencegah terulangnya insiden anarkis, seperti yang baru-baru ini terjadi di Jalan Ahmad Yani, di mana anggota geng motor Zeestier menganiaya petugas keamanan.
Lima tersangka telah ditetapkan dalam kasus penganiayaan dan perusakan tersebut. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengeluarkan ultimatum keras bagi para pelaku keonaran di jalanan.
Kombes Budi Sartono menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok bermotor yang berani mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Bandung. Untuk memastikan hal itu, Polrestabes Bandung mengerahkan seluruh tim patroli andalannya:
“Tim kami akan terus berpatroli, tim Prabu, tim Giga Presisi, tim Perintis, seluruhnya kami kerahkan dan jika [pelaku] tidak mau [berhenti berulah], kami akan tangkap dan kami akan proses sampai seberat-beratnya,” ungkap Kapolrestabes.
Ancaman ini disertai dengan tindakan hukum maksimal bagi anggota geng motor yang terbukti membuat onar.
Kombes Budi juga meminta orang tua dan guru untuk mengawasi ketat pergaulan anak, mengingat kelompok bermotor ini turut melibatkan pelajar. Ia menegaskan, pihaknya tidak segan memberikan surat peringatan resmi kepada pihak sekolah jika ditemukan pelajar yang tergabung dalam kelompok bermotor yang melakukan tindak pidana.
Komitmen Polrestabes Bandung dalam mengintensifkan patroli skala besar ini diharapkan menjadi jaminan keamanan bagi warga Kota Bandung.










