Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi dan komitmennya dalam membela kepentingan rakyat, khususnya para petani. Presiden menegaskan, keberpihakan Polri kepada petani adalah bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya, Presiden menyatakan bahwa peran polisi di lapangan tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan. Polisi juga memastikan para petani dapat bekerja dengan tenang dan terlindungi dari berbagai ancaman serta praktik yang merugikan.
“Polri telah menunjukkan jati dirinya sebagai pengayom rakyat. Upaya mereka mendampingi dan melindungi petani patut kita hargai,” ujar Presiden. Ia menambahkan, peran Polri dalam menjaga kesejahteraan petani adalah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan nasional.
Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menyebut bahwa kerja-kerja Polri di lapangan, mulai dari pengawasan distribusi pupuk, pengamanan jalur distribusi hasil pertanian, hingga pendampingan program ketahanan pangan, adalah bukti keberpihakan Polri terhadap kepentingan rakyat.
“Petani kita harus bisa bekerja dengan rasa aman. Polisi yang ada di tengah sawah, berdialog dengan petani, itulah wajah nyata negara hadir. Saya bangga dengan Polri yang berdiri di garda terdepan membela rakyat,” tegasnya, Senin (22/9).
Apresiasi dari Presiden ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis dan responsif. Presiden juga meminta agar praktik baik ini diperluas dan menjadi budaya kerja Polri di seluruh Indonesia.
Pujian dari Kepala Negara ini sekaligus menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, melainkan juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun kesejahteraan. Diharapkan hubungan antara Polri dan rakyat, khususnya petani, semakin erat, menciptakan harmoni antara keamanan dan kesejahteraan.










