Pemerintah Kota Bekasi tengah gencar melakukan pembangunan ulang sejumlah fasilitas olahraga sebagai persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk menyukseskan ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Kota Bekasi.
Fasilitas yang dibangun kembali akan memenuhi standar mulai dari nasional hingga internasional, guna mendukung kelancaran perlombaan dan mempersiapkan atlet untuk mengikuti ajang kompetisi yang lebih besar. Salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian adalah sepatu roda, yang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang menjadi olahraga kompetitif di seluruh dunia.
Olahraga sepatu roda memiliki akar sejarah yang menarik. Berdasarkan berbagai sumber, sepatu roda pertama kali muncul di London pada tahun 1743 melalui kreasi John Joseph Merlin dari Belgia, yang kemudian mematenkannya pada tahun 1760. Meskipun desain awal belum sempurna karena tidak memiliki sistem pengereman, popularitasnya mulai tumbuh setelah muncul dalam adegan opera Le Prophète pada tahun 1840-an.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 1863 ketika James Plimpton dari Amerika Serikat menemukan sepatu roda dengan konfigurasi empat roda dan sumbu independen, yang meningkatkan stabilitas dan kemudahan penggunaan. Inovasi ini memicu gelombang popularitas yang disebut “rinkomania” dan menyebarkan olahraga ini ke seluruh dunia.
Secara internasional, sepatu roda telah merambah ke ajang Olimpiade. Hoki sepatu roda menjadi cabang resmi pada Olimpiade 1992, sementara sepatu roda sebagai cabang tunggal muncul sebagai olahraga demonstrasi di Olimpiade Pemuda Nanjing 2014 dan resmi dipertandingkan pada Olimpiade Pemuda Buenos Aires 2018. Hal ini menunjukkan bahwa sepatu roda semakin diakui sebagai cabang olahraga yang kompetitif dan menarik.
Di Indonesia, olahraga sepatu roda masuk pada tahun 1960-an dan semakin berkembang setelah terbentuk Pengurus Organisasi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) pada periode 1981-1985. Sejak itu, atlet Indonesia telah aktif mengikuti kejuaraan nasional dan internasional, menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh olahraga ini di tanah air.
Pada tahun 2023, Jakarta telah memiliki Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA), satu-satunya arena sepatu roda berstandar internasional di Indonesia yang telah tersertifikasi oleh World Skate. Kehadiran JIRTA menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mengembangkan olahraga sepatu roda dan memberikan fasilitas terbaik bagi para atlet.
Dengan pembangunan ulang fasilitas olahraga di Bekasi, termasuk arena sepatu roda yang berstandar internasional, diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran PORPROV Jawa Barat 2026 tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet muda untuk meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat melahirkan atlet-atlet sepatu roda berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.
Selain itu, pembangunan fasilitas olahraga yang memadai juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya sepatu roda, dan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bekasi. Dengan demikian, PORPROV Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memajukan olahraga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bekasi.










